Contemplation #1 : Rush Life, Meaningless Moment

Pertama, mau ngasih disclaimer dulu. Walaupun judulnya kem-Inggris, tapi isi tulisannya bahasa Indonesia kok. Eh, campur-campur juga sih… Bukan sok gaya ya, tapi ada beberapa hal yang (menurut saya) lebih terdengar dramatis kalau pakai ungkapan bahasa Inggris. *halah*

Beberapa waktu belakangan saya ngerasa hidup saya riweuh banget. Kayaknya lots of things to do but no much time. Sehari 24 jam berasa kurang. Ngerjain apa aja sih? Banyak… Kerjaan kantor yang load-nya jadi banyak banget, tugas rumah tangga yang semakin challenging karena anak semakin bertumbuh dan berkembang, ambisi pribadi seorang wanita yang nggak bisa diem dan banyak maunya, kondisi perjuangan perjalanan berangkat-pulang ke kantor yang makin aduhai, dan hal-hal lainnya. Rasanya kepala penuh dan saking capeknya, badan sampe udah nggak ngerasa lemes/capek lagi. Fully loaded. I want to take a break for a while, to live more and feel more about life. Continue reading “Contemplation #1 : Rush Life, Meaningless Moment”