Relationship: Secrecy or Privacy?

secrecy privacy relationship silvafauziah blog

“Kok nggak pernah post foto pacar sih? Biar keliatan jomblo ya?”

“Nggak lah… pengen jaga privacy.”

Hmmm… yakin nih?

Ada yang relate atau pernah menyaksikan fenomena gitu nggak? Dari dulu udah paham sih yang namanya privacy, khususnya dalam hal relationship. Aku juga bukan tipe yang semuanya diumbar di social media, untuk hal apapun nggak cuma soal relationship. Tapi waktu baca instastory @catwomanizer tentang secrecy dan privacy ini, jadi mikir… Iya juga ya, ada beda yang signifikan walaupun output-nya nampak sama.

Mari kita lihat bedanya.

Screen Shot 2020-05-05 at 05.54.01

Kenapa harus dirahasiakan? Apa biar keliatan jomblo dan masih open buat yang lain? Kali aja ya kan… Siapa tau ada yang lebih oke? Nggak mau dilihat seseorang karena masih ngarep? Atau nggak direstui orang tua? Bisa aja karena masih terikat kontrak sama artist management nggak boleh pacaran? Pacarnya kriminal atau buron? Eh, atau pacarnya juga pasangan orang lain?

Screen Shot 2020-05-05 at 05.54.39

Yaa… once in while post something to tell others about the status is okay lah… Tapi nggak mau nge-share moment PDKT, bareng, berantem, patah hati, atau keseharian buat konsumsi orang-orang yang kepo? Nggak suka atau nggak siap dapat komentar dari orang-orang yang nggak perlu? Malas di-judge ini itu?

Jadi? Hehe… Think about it and tell yourself. 😉

silvafauziah

Kembalinya #31HariMenulis

Pink and Gold Artistic Fashion Influencer Youtube Thumbnail Set

Setelah 8 tahun berlalu, #31HariMenulis datang lagi. Eh, atau aku aja yang baru ikut lagi sejak 8 tahun itu? Sempat kaget sekaligus antusias tiba-tiba Bang Wiro muncul lagi di tahun 2020. Jadi Bang Wiro, icon penggagas #31HariMenulis, ini mengajak orang-orang untuk menulis blog setiap harinya selama bulan Mei ini. Sebelumnya di Mei 2012 aku sudah pernah ikutan. Tercapai 20 tulisan dari 31 hari, berarti aku absen 11 hari menulis. Tahun ini? Let’s see… Soalnya blogger yang satu ini jangankan menulis satu tulisan per hari. Satu tulisan per minggu bahkan per bulan juga nggak keturutan. *cry*

Kenapa sih konsisten menulis itu sulit (buat aku)? Padahal setiap hari banyak banget yang seliweran di kepala. Monolog sama diri sendiri juga sering banget. Jadi kalau salah satu fragmen aja dituangkan di tulisan, udah bisa jadi 500 kata paling nggak. Tapi justru karena kebanyakan mikir, I tend to hold back everytime. Aku belum pernah bisa benar-benar terbuka ke siapapun, even the closest ones. Tapi bukan juga berbohong ya… I hate lies, cheats, dan teman-temannya. Nah, dengan dituntut share tulisan tiap hari, mungkin jadi nggak ada banyak waktu untuk overthinking and holding back?

Kembali mengingat tahun 2012… Kalau bisa mengirim pesan untuk aku di tahun 2012, aku akan bilang: “Cherish every moments, either sweet or sorrow. You don’t really need many things. Focus on what makes you feel good, and go all out.”

Well, tulisan pertama di #31HariMenulis cuma bernada curhat. Gapapa ya sesekali? Dan kalau tiba-tiba nanti aku sendu berpuisi, jangan baper atau diketawain. :p

silvafauziah