#CantSmileWithoutYou, Aqila

#cantsmilewithoutyou

Kalau saya ditanya siapa orang yang paling saya ingin apresiasi dan can’t smile without, ya Aqila, anak saya. Mungkin terdengar klise, siapa sih yang nggak sayang sama anaknya. Tapi ini beneran lho… Aqila itu berharga banget buat saya. Dia nggak cuma anak, tapi satu-satunya orang yang selalu ada bersama saya every single night sejak masih dalam kandungan sampai sekarang dan “saksi hidup” perjuangan yang saya alami. Dalam 30 bulan belakangan, cuma pernah satu malam saya ninggalin Aqila buat tugas dinas keluar kota dan itu jadi the longest night ever buat saya sejauh ini. Continue reading “#CantSmileWithoutYou, Aqila”

Perjalanan Terbaik untuk yang Teristimewa Bersama Prenagen dan Hallo Bumil

terbaik untuk yang teristimewa

Masa kehamilan merupakan moment penting bagi setiap keluarga, terutama calon ibu. Akan lebih ‘sakral’ lagi kalau kehamilan anak pertama. Saya masih ingat masa-masa sembilan bulan mengandung anak pertama saya, Aqila. Bener-bener pengalaman pertama yang mengagumkan. Saya dibuat takjub dengan moment-moment kecil yang saya alami. Baik buruk, susah senang, semuanya terasa mengagumkan buat saya. Hal itu berkat dukungan support system di sekitar saya dan tentunya persiapan yang saya lakukan. Continue reading “Perjalanan Terbaik untuk yang Teristimewa Bersama Prenagen dan Hallo Bumil”

#WHENMOMMIESTALK : Body Shaming yang Udah Lumrah

body shaming

Pernah nggak suatu ketika ketemu temen yang udah lama nggak ketemu terus sekalinya ketemu kalimat pertamanya setelah nama kita adalah “kok gendut banget sih sekarang?” atau “ya ampun kurus banget sih… stress ya?”. Pengen mendadak amnesia terus bilang “maaf, kamu siapa ya?” nggak sih? Nah, perilaku mengkritisi atau mengomentari seputar ukuran atau berat badan seseorang yang berpotensi “menyakiti” atau menyinggung perasaan seperti itu disebut body shaming. Apakah seputar gendut sama kurus aja? Nggak juga, komentar pedih soal tinggi atau pendek juga masuk kategori body shaming. Tapi perilaku kayak gitu masih sering banget saya alami, dengar, atau baca. Makanya sampe saya bilang lumrah (bahasa Jawa) atau jadi sesuatu yang biasa terjadi, so pada nggak merasa bersalah. Wajar aja gitu… Continue reading “#WHENMOMMIESTALK : Body Shaming yang Udah Lumrah”

Kampanye “Saatnya Keluarga Minum Susu Sekarang”

saatnya keluarga minum susu sekarang

“Susu saya, susu bendera!”

Ada yang masih inget nggak sama jingle itu di salah satu iklan? Kalau saya masih terngiang-ngiang banget. Nah kan ketauan angkatan lawas :))

Minggu lalu, tepatnya tanggal 1 April, saya dan beberapa teman bloggers diundang di acara blogger gathering dalam rangka launching kampanye dari Frisian Flag Indonesia yang bertajuk “Saatnya Keluarga Minum Susu Sekarang!”. Acara yang digelar dari pagi sampai siang ini seru banget dan lokasinya PEWE lah… Setengah hari kami diceritain soal kampanye Frisian Flag ini serta talkshow dengan dokter spesialis gizi dan psikolog. Continue reading “Kampanye “Saatnya Keluarga Minum Susu Sekarang””

#WHENMOMMIESTALK : Ibu Juga Manusia Biasa

mom's life

Peran ganda yang saya jalani bikin saya harus punya energi yang berlipat-lipat. Jauh dari suami membuat saya harus handle urusan rumah sendiri. Juga dalam hal mengurus anak, walaupun tetep dibantu asisten. Belum lagi saya juga bekerja. Pekerjaan saya? Buanyaaak… Perjalanan ke kantor pun yang sangat melelahkan dan menguras emosi. Sampe dua temen kantor satu tim udah kena tipes dan ada yang tumbang sakit juga. Tinggal saya aja ni yang (alhamdulillah) belum tumbang sampe masuk rumah sakit. Semoga sih jangan ya… Soalnya kan jadi ibu itu nggak boleh sakit! Sering denger nggak kalimat itu? Tapi memang kalau ibu sakit, udah nggak asik deh… Saya ngalamin pas masih tinggal sama orang tua, kalau pas ibu sakit rasanya nggak enak banget. Makan terlantar, nggak ada yang ingetin ini itu, dll. Tapi yang namanya ibu kan juga manusia biasa kayak yang lainnya. *curhat alert* hehe Continue reading “#WHENMOMMIESTALK : Ibu Juga Manusia Biasa”