Siapa super hero favoritmu?

Friday night!
Sayang dong Jumat dari kantor langsung pulang.. Yak, Jumat malam ini saya menyempatkan waktu lagi untuk menonton film The Avengers (lagi). Minggu lalu, hari kedua diluncurkannya film tersebut di bioskop Cineplex saya sudah nonton sih.. Tapi yang 2D dan sendiri. FYI itu hari Sabtu, malem Minggu. *diperjelas* Tapi kali ini saya menonton The Avengers 3D bersama Mary \(´▽`)/ Si partner in crime buat acara hang out dadakan atau bertamasya. Hoho…

Dari tokoh-tokoh The Avengers, siapa yang jadi super hero favoritmu? Hulk yang perkasa? Black Widow si mata-mata ulung, cantik, dan bisa matahin leher orang pake kaki? Hawkeye yang cool rupawan dan si pemanah jitu? *penilaian mulai subjektif | fisik* Iron Man manuaia besi yang kaya raya? Captain America yang jago pilates? *kata Iron Man | spoiler* Atau Thor dengan palu gadanya? *mulai ngaco* Bahkan ada yang mengidolakan Loki yang walaupun udah dibanting-banting, diserang terus tapi masih tetap hidup sampai akhir cerita.

Mine? None of them. I have my own Avanger. Super hero nggak harus memiliki kekuatan super untuk menyerang kan? Karena super hero saya tidak memiliki kekuatan super untuk menyerang, melainkan kekuatan super untuk bertahan. Bertahan dalam kondisi apapun, menghadapi dua prajuritnya yang sering susah diatur, dan setia pada komitmennya kepada komandan beserta prajuritnya. My mom is my super hero.

Saya jadi teringat saat-saat dulu masih sering berkumpul di rumah, menonton televisi dengan menyandarkan kepala di pangkuan ibu. Ya walaupun kalau nonton televisi malem-malem ibu sambil ngantuk-ngantuk, tapi tetep aja duduk di depan televisi. 😀 Saat itu, entah mulainya dari mana, tiba-tiba nyambung ke obrolan soal asmara. *halah…*
Ibuku cerita soal jaman mudanya dulu, pas masih hobi ngeceng dan jadi primadona taun 80an, hehe.. *ibuku memang pas muda dulu cantik banget. sekarang di usianya yang beberapa tahun lagi menginjak setengah abad, ya masih lumayan tersisa lah masa-masa kejayaannya. :p *
Ibu bercerita awal mula kenal bapak sampai akhirnya memutuskan untuk menikah, serta pertimbangan-pertimbangannya kenapa nerima bapak. Jangan salah ya… Walaupun dulu ibu punya banyak pacar, tapi ibu istri yang setia dan luar biasa mengabdi pada suami. Nggak ada alasan apapun untuk nggak menyayanginya dengan sangat. 🙂
Cukup lama sepertinya kapan terakhir kali saya memeluknya, wanita yang telah berjuang melahirkan saya dan selalu sabar mengasihi dengan hangat.

I love you, all… 🙂

Passion??

Sudah baca bukunya René Suhardono yang “YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER”? Sang career coach menuliskan kata passion dan purpose berkali-kali, demikian juga dengan kata job dan career. Saya mendengar dan melihat buku René sudah cukup lama. Santer seliweran di telinga dan depan mata saya. Tapi jujur, saya belum pernah membaca isi bukunya sampai pada saat saya berkesempatan bertemu René beberapa waktu yang lalu. Kebetulan di kantor, khususnya unit kerja saya, mengadakan semacam forum sharing dan waktu itu kami mengundang René sebagai tamunya.

Beberapa kali saya merasa tersinggung dan tertampar saat René menyampaikan mengenai passion, situasi-situasi bekerja, dan apa-apa yang sekiranya dipikirkan orang-orang tentang pekerjaannya. Berasa “eh, saya juga ngerasa seperti itu sih.. Wah, gawat gajah makan kawat!” *oke, yang terakhir itu hanya untuk memberikan efek dramatis* Tapi contoh atau kasus-kasus yang disampaikan memang benar adanya, menurut saya. Seperti, banyak orang merasa pekerjaannya sekarang adalah karirnya. Sehingga orang bekerja dan takut kehilangan pekerjaannya karena tidak mau karirnya hancur. Atau ada juga yang merasa buntu dengan pekerjaannya dengan dalih passion saya bukan di sini… Ya ya ya… Kemudian saya jadi ingat bahwa saya pernah mengatakan bahwa passion saya bukan menjadi seorang banker ataupun kerja di industri perbankan.

Ada beberapa pesan yang menginspirasi saya.
Pekerjaan adalah milik perusahaan, sedangkan karir adalah milik Anda pribadi. Dari sini saya mulai berpikir.. Oke, pekerjaan saya sudah jelas apa yang sedang saya jalani sekarang. Lalu karir saya sebenarnya apa? Lama…akhirnya saya menentukan karir saya ya apa yang akan saya kerjakan sepanjang hidup, terlepas dari di manapun saya berada. Dan sayapun mulai menyusun kerangka harapan karir saya seperti apa.
Passion is not what you’re good at, but what you enjoy the most. *menghela napas* Hmmm, so what will happen then if we’re not good at what we enjoy the most? #mbulet Ya itu sih butuh self improvement aja kali ya.. *ngejawab sendiri*

Saya dan beberapa anak muda lain yang baru memulai bekerja, *btw kalau kerja 2 tahun itungannya masih bisa dibilang baru kan? :p * mungkin merasa bahwa apa yang dilakukan sekarang masih kurang. Kok pekerjaan saya begini, kok nampaknya pekerjaan lain di sana begitu, kok… Dan banyak kok lainnya. Bahkan mungkin merasa terpaksa dengan pilihan tempat kerjanya, lalu sedang berusaha mencoba tempat kerja impian lain yang katanya sesuai dengan passion-nya. *serius ini bukan curhat ;p *

Tapi mendengerkan apa yang disampaikan René pada pertemuan kali itu, membuka wawasan baru bagi saya dan membuat saya lebih merasa ikhlas dan menerima. Poin René yang terkait dengan find your values adalah sangat benar. Jadi kita kerja buat apa sih? Kalau kita kerja buat mencari uang, ya jangan protes bahwa nggak punya waktu untuk keluarga, diri sendiri.. Itu bagian dari konsekuensi. Sebaliknya, kalau kita kerja buat mencari apa yang bisa kita lakukan untuk membuat diri kita dan keluarga bahagia dengan punya banyak waktu bersama, ya jangan protes kalau kita tidak mendapatkan reward yang banyak dari perusahaan. Bukan berarti kalau mengahbiskan banyak waktu untuk pekerjaan kita pasti mendapatkan lebih dan sebaliknya lho ya.. Punya waktu personal yang banyak dan pekerjaan yang bagus secara materi kan lebih menyenangkan juga. Intinya adalah temukan dulu value kita apa, di mana passion kita, purpose of life kita apa, dan beraksilah. Kalau terbentur, ingat lagi tujuan awal kita dan value kita apa. *bukan menggurui, ini monolog kok*
Jadi jika dulu bahkan saya tidak bercita-cita kerja di bank, bukan berarti saya tidak bisa memiliki passion di industri perbankan, sepanjang saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang.

Buku René lainnya, #UltimateU juga kemudian saya baca. FYI, kedua buku itu saya peroleh gratis. Yang pertama hadiah dari René bagi penanya waktu itu, dan yang #UltimateU juga hadiah dari salah satu pengajar di learning center waktu saya mengikuti training terkait transaction banking. Yay! *mental mahasiswa | mental gratisan* Kalimat yang paling menginspirasi dari buku #UltimateU tersebut adalah “be the best version of ourselves”. Wow.. Kita tidak mengejar menjadi juara 1 pada lomba lari atau lomba matematika, tapi kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, yang bukan tidak mungkin versi terbaik kita adalah lebih dari apa yang kita bayangkan sebagai juara 1. Ow yeah René!

Rene’s book : YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER
Rene’s book : #UltimateU

SNMPTN 2012 Datang Kembali

Dua jam mengarungi riuhnya jalanan ibukota yang sesekali tersendat, membuat saya seolah jetlag begitu sampai di kantor. Menu makanan khas Makassar di food court siang ini jadi terasa lebih nikmat. Laper soalnya. :p

Pukul 17.00 WIB. Officially sih sudah bukan jam kerja, tapi ya ada beberapa yang harus diselesaikan hari ini. Ah oke…sudah biasa. *jeng jeeengg* Tiba-tiba ada panggilan rapat ke Hotel Atlet Century Senayan. Rapat dengan Panitia Pusat SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2012, untuk membahas persiapan SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis & Keterampilan. Ya, yang akan dimulai tanggal 10 Mei besok sampai dengan 31 Mei 2012 adalah SNMPTN Jalur Ujian Tertulis & Keterampilan yang merupakan program seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang diselenggarakan secara nasional dan di tahun 2012 ini diikuti oleh 61 Perguruan Tinggi Negeri. Info lebih jelasnya tentunya dapat langsung cari tau di website resmi SNMPTN : www.snmptn.ac.id. *panjang bener kalau mau direpost di sini*

Buat saya sendiri, ini merupakan tahun ketiga saya ikut serta dalam pelaksanaan SNMPTN, khususnya dalam hal mitra bank penerima pembayarannya. Menangani project SNMPTN membuat saya semakin muda setiap tahunnya, karena banyak berinteraksi dengan adik-adik calon mahasiswa harapan bangsa. Hehehe

Kebetulan saya pegang salah satu nomor handphone yang memang dipublish untuk semacam contact center jika ada pertanyaan atau kendala dalam pelaksanaan pembayaran SNMPTN. Ada aja pengalaman lucu-lucu mengherankan selama berinteraksi dengan orang yang SMS ataupun telepon. Oke kalau telepon saya cukup angkat telepon dan jawab. Untuk SMS harus mengerahkan tenaga juga buat pencet-pencet keypad di handphone. Saya ingin berbagi pengalaman lucu selama menerima SMS seputar SNMPTN beberapa hari belakangan.

Belum mulai dibuka pembayaran SNMPTN, yang coba-coba bayar sudah ramai. Yang tanya-tanya apa lagi. Bagus, positifnya adalah masyarakat antusias mengikuti SNMPTN. Suatu hari…

#SMS “Selamat pagi kak… Mau tanya kak, kapan ya mulai pendaftaran SNMPTNnya?” Saya jawab singkat, “Tanggal 10-31 Mei.”

Hmmm… Ternyata orang Indonesia lebih suka bertanya daripada membaca apalagi mencari tau informasi. Karena sebenarnya infomasi dasar tersebut sudah ada di website SNMPTN.

#SMS lainnya. “Mba aku g pny Atm,.klo mau bli No PIN & KAP gmn cara’Y? *oh, SMSnya sudah mulai disingkat dengan gaya trendy rupanya, lanjut!* *50 menit kemudian* “mba blz oh”
Dan saya jawab, “Jika tidak memiliki ATM ataupun rekening Bank Mandiri, pembayaran SNMPTN dapat dilakukan di cabang Bank Mandiri mana saja. Untuk info tata cara pembayarannya dapat dilihat di website SNMPTN”
*beep beep beep* “tp info’Y krg jelas…klo aku mau ikt ujian ktrampilan byr’Y gmn? Bareng sm ujian tulis?”
*tarik napas* “Bisa sekaligus bayar dengan mekanisme pembayaran baru, bisa juga pembayaran biaya ujian keterampilannya menyusul dengan menggunakan mekanisme pembayaran tambahan, seperti yang tercantum di website” *beep beep beep* “no rekening sana’Y brp…” *buang napas | nampak terjadi konsistensi penulisan ‘nya’ diganti dengan ”Y’* “Tidak perlu menyebutkan nomor rekening, tapi dengan memilih menu pembayaran multipayment/pendidikan, bukan menu transfer dana” *beep beep beep* “udh 3x ke bank mau byr,tp di tolak trz…pusink !” *sesak napas | lempar meja (┛ˋДˊ)┛彡┻━┻ * “Iya, soalnya pembayaran baru dibuka tanggal 10 Mei 2012”

See?? Tidak semua dari kita dan generasi muda di negeri ini melek informasi. *istighfar*
#SMS lainnya lagi. “Numpang tanya buk,..sudah buka pembelian pin snmptn 2012 buk?” *3 jam kemudian | baru sempet mau bales*
*mulai siapin template untuk jawab pertanyaan yang sama berulang-ulang* “Pembayaran SNMPTN 2012 dimulai tanggal 10-31 Mei 2012” *beep beep beep* ” Mv cpa neyh,”
*shock | mulut menganga | mata melotot namun pandangan kosong* Bingung harus balas apa, biarlah menjadi misteri baginya dan hiburan bagi saya… 😀

Besok hari pertama dibukanya pembayaran dan pendaftaran SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan. Sangat berharap semua berjalan aman dan lancar. Turut mendoakan juga calon-calon mahasiswa kita cepat tangkap dalam hal memahami informasi tata cara pendaftarannya. Iyak, ini baru tata cara daftar lho dek.. Belum lagi ujiannya. Masa’ iya belum ujian udah gagal di pendaftaran…:p Semangat!

Bicara Bantal di Hari Senin

Hello Monday!

Selamat hari Senin, semangat!

Monday, be nice to me please….

I hate love Monday.

Apalagi ungkapan-ungkapan yang biasa keluar di hari Senin? 😀

Diantara weekdays, hari Senin mungkin jadi hari paling populer setelah hari Jumat dengan TGIF (Thanks God It’s Friday)-nya.

Setelah weekend yang berlalu begitu singkat, tiba lagi di hari Senin, ke kantor lagi, macet, ya… stereotype Jakarta di hari Senin.

Tapi apa iya setiap hari Senin akan mengeluhkan soal Senin? Saya sendiri berusaha untuk mencari sisi positif lain di hari Senin. Ya anggap saja ini hanya hari kelima sebelum weekend atau memikirkan hal-hal menyenangkan tentang rutinitas kita di kantor :p #pencitraan

Hari Senin ini kondisi saya cukup fit. Weekend kemarin dihabiskan di Jakarta saja, tidak ada acara keluar kota. *ya selain lembur uji coba sistem pembayaran SNMPTN di hari Sabtu* Salah satu hal menyenangkan yang saya coba ambil untuk menghadapi hari Senin dan hari-hari berikutnya di kantor adalah pekerjaan saya sendiri. Untuknya saya di unit bisnis yang memungkinkan saya untuk mobile, tidak di depan PC kantor terus. Menangani segmen institusi yang cakupannya nasional membuat saya diharuskan bepergian keluar kota cukup sering. Sesuai dengan hobby saya jalan-jalan sih… Tapi namanya juga kerjaan tetap kerjaan. Tidak akan merasakan benar-benar jalan-jalan, bahkan sering tidak sempat banyak jalan-jalan. Oleh karena itulah saya jadi suka menilai hotel yang nyaman versi saya dan yang bukan. Lalu hotel seperti apa yang saya suka?

Basically saya tidak terlalu suka hotel dengan kamar super luas dengan fasilitas super lengkap. Saya tidak menghabiskan waktu banyak di hotel. Jadi hotel yang simple dan fungsional buat saya itu cukup. Fungsional di sini ya mendukung kebutuhan saya selama di kamar. Seperti tempat tidur yang nyaman, pencahayaan yang terang (saya nggak suka kamar yang remang apalagi gelap soalnya), bersih, ada cable TV, AC & water heater sudah pasti, fasilitas internet gratis, dan ada stop kontak di dekat tempat tidur. Poin terakhir inilah yang sangat menentukan saya akan kembali ke hotel itu lagi atau tidak. Karena saya di hotel untuk beristirahat. Saat malam, selain nge-charge tubuh perangkat lain-lain pasti ikut di-charge juga. Laptop, HP, ipod… Nggak asik kan kalau lagi santai-santai rebahan di tempat tidur terus ada telepon atau pesan masuk pake harus bangun dari tempat tidur? :p hehehe… Jadi semuanya harus ada dalam jangkauan.

Terakhir saya dinas keluar kota kemarin adalah ke Malang. Ada hotel baru di Malang, tepatnya di mall MOG yaitu Aria hotel. Saya suka dengan hotel itu. Hotelnya tidak begitu mahal, bersih, dan memiliki semua kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Compact!

ini deluxe room di Aria hotel. Tidak terlalu terang buat saya, tapi cukup. 🙂
sisi lain deluxe room Aria hotel, Malang

Bagian mana selain tempat-tidur-dengan-banyak-bantal yang saya suka? THIS! 😀

ada stop kontak di samping tempat tidur!
dan di sisi tempat tidur lainnya juga ada! kyaaaaa

Simple dan cukup membuat saya senang. Sampai sudah dua kali dalam tahun ini saya menginap di Aria hotel Malang. 🙂

Tapi bukan berarti hotel-hotel yang menyajikan suasana liburan banget dengan view pantai ataupun pegunungan seperti ini saya nggak suka ya….. 😉

kamar-kamar di Jeeva Klui, salah satu hotel di Senggigi Lombok
depan kamar Jeeva Klui tadi, langsung pantai Senggigi…. 🙂

Selamat hari Senin!

Salam hangat dari bantal di hotel asik versi kamu… 🙂

 

Santapan Cihuy Sekitaran SCBD

Yang kantornya di SCBD (Sudirman Center Business District) mana suaranyaaaaa? 😀 #SCBDUnite

Pagi ini, seperti pagi pagi lainnya di hari Jumat, ada menu sarapan cuma-cuma di kantor. Biasanya sih “sumbangan” dari temen kantor yang ulang tahun atau kebaikan hati bos bos dan HRSBU unit kerja saya. Menu pagi ini adalah bubur ayam Salim yang sehari-harinya mangkal di belakang kantor (Plaza Mandiri) dan di dalam POLDA. Menurut saya, bubur ayam Salim ini bubur ayam paling enak yang pernah saya makan. Buburnya cenderung agak lebih encer dan kuah kaldu kuning kentalnya gurih banget! Bubur ayam favorit saya deh… Awal-awal makan bubur ayam Salim bahkan saya habis 2 porsi. Hehehe… Bukan rakus, tapi enak. :p

Belum genap satu jam selesai sarapan, udah kepikiran nanti mau makan siang apa. Yaa…kalau hari Jumat memang istirahat makan siangnya lebih lama, jadi bisa makan siang yang agak jauhan walaupun tetep di sekitaran kantor. Berhubungan saya termasuk yang doyan makan, jadi ya kalau sempat makan siang di luar, jelajah kuliner lah saya. Dari beberapa spot makan siang di sekitaran SCBD yang pernah saya coba, ini nih yang saya suka :

  1. Sate & Sop Kambing Tulodong Bawah; nama Tulodong Bawah ini memang nama jalannya. Tempatnya gerobak dan warung tenda biasa, nampak sederhana. Tapi jangan tanya sedapnya sate kambing yang ada 1 potong lemak di setiap tusuknya dan segarnya kuah sop kambingnya. Nyaammm! Untuk 1 porsi sate kambing plus nasi harganya 20ribu. Masih dikasih bonus kuah sop gratis buat yang minta. Sedangkan untuk 1 porsi sop kambing plus nasi cukup 17ribu aja. Makan mewah murah meriah kan? Dan jangan lupa, pesen minumannya es alpukat yang isinya alpukat, kelapa muda, dan susu coklat. Woh, bakal kenyang maksimal deh…
  2. Soto Ambengan Cak Di; warung soto ambengan ini juga ada di jalan Tulodong (belakang Le Gourmet), jalan masuknya dari depan PAD. Soto ambengan ini kuahnya agak kental kuning gitu, apalagi kalau ditambah bubuk koya. Makin kental dan makin gurih. Di soto ambengan Cak Di ini ada banyak pilihan soto. Ada soto ayam dagingnya aja, daging plus kulit, jeroan, brutu, dan lainnya. Harga pastinya saya agak lupa, sekitaran 20ribuan lah pokoknya. 😀
  3. Resto Mandala; restoran Chinese food ini ada di depan pasar Santa dan cukup legendaris. Bentuk restorannya terlihat old school terlebih interiornya. Otentik banget. Menu-menu yang disajikan sangat beragam. Tapi awas, porsinya besar banget. Jadi jangan coba-coba satu orang pesen satu menu. Sharing aja makannya. Buat yang #foreveralone agak tidak dianjurkan makan di sini. :p Minuman favorit saya di sini adalah es buah pala. Seger. Untuk masalah harga memang agak mahal. Minimal satu orang bisa habis sekitar 50ribuan sekali makan. Tergantung pesenannya juga tentunya.
  4. Pondok Bebek Suryo; udah jelas banget kalau ke sini pasti makan bebek. Bebek gorengnya enak, tapi yang lebih istimewa lagi adalah kuah kaldu kuningnya. Maknyus banget itu… Kalau pesennya pake nasi putih, ada dikasih kuah kaldu kuningnya sedikit. Tapi kalau kurang puas, bisa pesen lagi kuah kaldu kuningnya. Nggak jauh dari Pondok Bebek Suryo juga ada Begor, tapi saya sendiri lebih suka Bebek Suryo dibanding Begor. Kalau untuk harga, rata-rata satu orangnya bisa habis sekitar 45-50ribu. Sesuai namanya Pondok Bebek Suryo ini ada di jalan Suryo, Senopati.
  5. Zenbu; ini semacam Japanese restaurant yang menu andalannya adalah mozaru. Mozaru itu semacam nasi berbumbu yang di atasnya dilapis dengan keju mozarella. Kalau saya sukanya nasinya dibumbuin butter, sausnya juga butter. Hmmm….butter+mozarella mantep kan? Hehe… Buat yang nggak suka mozaru, fusion sushinya juga enak kok. Kalau Zenbu ini ada di Senopati. Budget untuk makan siang di sini minim 50ribuan kali ya…
  6. Rawon Nguling; rumah makan ini menjajakan menu Jawa Timuran, khususnya rawon. Ada juga sih rujak cingur dan menu Jawa Timuran lainnya. Tapi ya namanya juga Rawon Nguling, cobalah rawonnya. Rawon daging mah udah biasa ya… Cobain deh rawon dengkul. Enak. Kenyal berlemak gimana gitu… haha *lagi-lagi makanannya berbahaya*. Rawon nguling ini ada didaerah Cikajang. Budget satu orang kalau sekali makan sekitar 20-30ribuan kali ya.. Susah ngafalin harga-harga saya. 😀
  7. Foodcourt Grand Lucky; iyap, ini foodcourt yang ada di Grand Lucky Superstore SCBD. Ada apa aja? Ada dua menu favorit di sini. Lamien yang kuahnya-enak-banget-dan-mangkoknya-sebaskom sama pizza yang satu slicenya segede piring. Jumbo! Harga semangkok lamien-nya 37ribu, pizzanya per slice sekitar belasan hampir 20ribu. Begini nih kira-kira penampakannya :
lamien sapi Grand Lucky
pizza tuna Grand Lucky

Masih banyak lagi spot-spot makan yang cihuy di sekitaran SCBD. Tapi itu dulu kali ya… Jangan lupa abis itu cek darah dan tetep jaga kesehatan. Salam kolesterol!