“Oleh-oleh” Gala Premiere Film Critical Eleven

gala premiere critical eleven

Hai, I’m back! ;p

Fiuh… Setelah marathon dengan banyak tugas dan peran yang “serius”, saya cenderung jadi orang yang serius walaupun tetep punya selera humor. Saya lupa kapan terakhir nonton film drama romantis ataupun baca novel picisan. Kayaknya udah lama banget. Terus minggu lalu, tepatnya hari Jumat (5/5), saya berkesempatan datang di acara gala premiere pemutaran film Critical Eleven plus ngeliat langsung hampir semua aktor dan aktrisnya di Plaza Indonesia, Jakarta. Iya, film ini diadopsi dari novel dengan judul yang sama, karya Ika Natassa yang laris manis pake banget. Udah gitu aktornya Reza Rahadian. Makanya saya semakin excited buat nonton. He never fails to impress me as an actor. Oh, tenang… I will not spoil you more than the synopsis did. 😉 Continue reading ““Oleh-oleh” Gala Premiere Film Critical Eleven”

Contemplation #1 : Rush Life, Meaningless Moment

Pertama, mau ngasih disclaimer dulu. Walaupun judulnya kem-Inggris, tapi isi tulisannya bahasa Indonesia kok. Eh, campur-campur juga sih… Bukan sok gaya ya, tapi ada beberapa hal yang (menurut saya) lebih terdengar dramatis kalau pakai ungkapan bahasa Inggris. *halah*

Beberapa waktu belakangan saya ngerasa hidup saya riweuh banget. Kayaknya lots of things to do but no much time. Sehari 24 jam berasa kurang. Ngerjain apa aja sih? Banyak… Kerjaan kantor yang load-nya jadi banyak banget, tugas rumah tangga yang semakin challenging karena anak semakin bertumbuh dan berkembang, ambisi pribadi seorang wanita yang nggak bisa diem dan banyak maunya, kondisi perjuangan perjalanan berangkat-pulang ke kantor yang makin aduhai, dan hal-hal lainnya. Rasanya kepala penuh dan saking capeknya, badan sampe udah nggak ngerasa lemes/capek lagi. Fully loaded. I want to take a break for a while, to live more and feel more about life. Continue reading “Contemplation #1 : Rush Life, Meaningless Moment”

#CantSmileWithoutYou, Aqila

#cantsmilewithoutyou

Kalau saya ditanya siapa orang yang paling saya ingin apresiasi dan can’t smile without, ya Aqila, anak saya. Mungkin terdengar klise, siapa sih yang nggak sayang sama anaknya. Tapi ini beneran lho… Aqila itu berharga banget buat saya. Dia nggak cuma anak, tapi satu-satunya orang yang selalu ada bersama saya every single night sejak masih dalam kandungan sampai sekarang dan “saksi hidup” perjuangan yang saya alami. Dalam 30 bulan belakangan, cuma pernah satu malam saya ninggalin Aqila buat tugas dinas keluar kota dan itu jadi the longest night ever buat saya sejauh ini. Continue reading “#CantSmileWithoutYou, Aqila”

#WHENMOMMIESTALK : Body Shaming yang Udah Lumrah

body shaming

Pernah nggak suatu ketika ketemu temen yang udah lama nggak ketemu terus sekalinya ketemu kalimat pertamanya setelah nama kita adalah “kok gendut banget sih sekarang?” atau “ya ampun kurus banget sih… stress ya?”. Pengen mendadak amnesia terus bilang “maaf, kamu siapa ya?” nggak sih? Nah, perilaku mengkritisi atau mengomentari seputar ukuran atau berat badan seseorang yang berpotensi “menyakiti” atau menyinggung perasaan seperti itu disebut body shaming. Apakah seputar gendut sama kurus aja? Nggak juga, komentar pedih soal tinggi atau pendek juga masuk kategori body shaming. Tapi perilaku kayak gitu masih sering banget saya alami, dengar, atau baca. Makanya sampe saya bilang lumrah (bahasa Jawa) atau jadi sesuatu yang biasa terjadi, so pada nggak merasa bersalah. Wajar aja gitu… Continue reading “#WHENMOMMIESTALK : Body Shaming yang Udah Lumrah”

#WHENMOMMIESTALK : Ibu Juga Manusia Biasa

mom's life

Peran ganda yang saya jalani bikin saya harus punya energi yang berlipat-lipat. Jauh dari suami membuat saya harus handle urusan rumah sendiri. Juga dalam hal mengurus anak, walaupun tetep dibantu asisten. Belum lagi saya juga bekerja. Pekerjaan saya? Buanyaaak… Perjalanan ke kantor pun yang sangat melelahkan dan menguras emosi. Sampe dua temen kantor satu tim udah kena tipes dan ada yang tumbang sakit juga. Tinggal saya aja ni yang (alhamdulillah) belum tumbang sampe masuk rumah sakit. Semoga sih jangan ya… Soalnya kan jadi ibu itu nggak boleh sakit! Sering denger nggak kalimat itu? Tapi memang kalau ibu sakit, udah nggak asik deh… Saya ngalamin pas masih tinggal sama orang tua, kalau pas ibu sakit rasanya nggak enak banget. Makan terlantar, nggak ada yang ingetin ini itu, dll. Tapi yang namanya ibu kan juga manusia biasa kayak yang lainnya. *curhat alert* hehe Continue reading “#WHENMOMMIESTALK : Ibu Juga Manusia Biasa”