Mengejar Lumba-Lumba ke Teluk Kiluan

Well, sebenarnya saya tidak terlalu suka binatang dan agak takut hampir ke semua binatang yang ada kemungkinan menyerang saya. Maklum, saya suka berimajinasi berlebihan. Kalau dideketin kucing aja berasa mau dicakar, ya minimal dijilat deh.. Jadinya baru ngeliat aja udah parno. Demikian juga binatang lainnya, termasuk yang habitatnya di air. Mungkin karena itu saya tidak suka memelihara binatang. Mending juga melihara tuyul. Lebih menghasilkan. #eh #lospokus

Namun hobi jalan-jalan dan main ke pantai atau laut membukakan mata saya. Banyak binatang yang menarik, untuk lihat tentunya, bukan dipelihara. #tetep :p Selain beragam jenis ikan dengan beragam warna yang ada di laut sana, ternyata lumba-lumba juga memiliki pesona yang menawan. Bukan hanya dari bentuknya, gerakannya, tapi juga keberadaannya yang langka. Maksudnya, tidak di setiap daerah kita bisa dengan mudah menemukan lumba-lumba. Dan tidak setiap saat juga kita bisa melihat lumba-lumba, kecuali di Ancol ya…

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman pergi ke Teluk Kiluan yang terletak di Lampung. Desa Kiluan sendiri sekitar 3 jam dari Bandar Lampung. Akses jalan ke desa Kiluan pun kurang bagus. Ditambah lagi belum terjangkau layanan listrik dari PLN dan susah sinyal handphone. Di beberapa tempat bahkan sama sekali tak bersinyal. Lalu penenrangan di sana pakai apa? Pakai genset. Hampir setiap rumah punya genset sebagai sumber listrik, yang dihidupkan dari sore sampai malam.
Oh, apakah deskripsi tentang desa Kiluan menjadi nggak menarik? Nope. Justru tidak berlistrik dan tidak bersinyal itulah yang bikin tambah seru. Feels like a real escape. 🙂

Komoditi utama dari wisata Teluk Kiluan adalah “dolphin hunting”, selain pantainya juga cukup bagus karena masih alami, belum banyak terjamah tangan iseng manusia. Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman mengunjungi Teluk Kiluan. Kami sampai membuat tagar khusus di twitter, #KiluanTrip. Buat saya, ini adalah kali kedua saya ke Teluk Kiluan. Akhir tahun lalu saya sudah mengunjungi Teluk Kiluan bersama Backpackseru, dan April tahun ini saya kembali lagi ke sana. Karena menurut saya memang cukup menarik, dan pada kunjungan pertama saya belum puas moto-motin lumba-lumbanya. Gara-gara kendala teknis kamera juga, jadi banyak ketinggalan moment-nya.

Dan alasan yang membawa saya kembali lagi ke Teluk Kiluan pun terjawab. Walaupun sempat khawatir karena cuaca April kemarin agak kurang bagus serta sering hujan, tapi agenda “dolphin hunting” kala itu justru lebih seru dibanding “dolphin hunting” pada kunjungan pertama saya. Lumba-lumbanya udah mulai PD menampakkan diri. Bahkan pamer lompatan indahnya di depan, di samping, dan mengikuti perahu kami. Amazing! Saya dan teman-teman langsung jatuh hati, terbius pesonanya si lumba-lumba di Teluk Kiluan. WOW deh pokoknya. 😀
Waktu itu kami berangkat dari homestay sekitar jam 6.45 pagi. Awalnya gelisah, takut tidak kebagian lumba-lumba. Karena kan lumba-lumba keluarnya pagi, untuk mencari sinar matahari. Tapi karena waktu itu semalaman hujan, dan paginya juga masih gerimis, jadi keberangkatan kami tertunda. Ketika gerimis mulai agak reda, kami langsung memaksakan untuk berangkat. Untungnya kekhawatiran kami, terutama saya yang sebelumnya pernah “dolphin hunting” berangkat jam 6 kurang, tidak terjadi. Sekali melihat penampakan lumba-lumba, selanjutnya menemukan lumbailumba jadi terasa mudah. Yay!

Sayangnya kami juga tidak bisa berlama-lama bercengkerama bersama lumba-lumba. Hari sudah semakin siang dan kami harus segera bersiap kembali ke Jakarta. Satu hal yang saya sesalkan, kenapa saya tidak merekamnya dalam sebuah video. Padahal lumba-lumbanya lagi gesit-gesitnya. Tiba-tiba muncul dari bawah perahu, muncul di depan atau samping perahu, berkelompok. Saya sudah terlalu sibuk dengan kamera dan terkadang enggan menonton lumba-lumba dari balik lensa. Pengennya bola mata ini ada menu capture, save, share, sama print-nya :p Mungkin itu bisa jadi alasan saya kembali lagi ke Teluk Kiluan. Hehe..

Wisata Teluk Kiluan tidak hanya “dolphin hunting”. Kunjungan ke beberapa pantai seperti Pantai Klara dan Pantai Pasir Putih juga cukup menarik. Lalu menyinggahi pulau-pulau kecil di sekitar Teluk Kiluan, snorkeling, dan tinggal di homestay di pulau tak berpenghuni juga sangat menarik. Waktu itu kami memginap di homestay baru berbentuk rumah panggung dari kayu, belakang rumah bikit dan hutan, depan rumah langsung pantai, bersama dengan 2 homestay lainnya, tanpa rumah penduduk. Go pack your bag and let’s escape! 😀

Menua di Usia Muda

Umur berapa sih yang bisa dikategorikan udah tua? 30? 40? 50? 60?
Ya ya ya… Umur saya masih jauh dari angka-angka itu sih.. Tapi kenapa oh kenapa saya merasa sangat menua belakangan ini. Kerjaan saya membuat saya banyak duduk di ruangan ber-AC. Efeknya jarang keringetan, jarang haus, jarang minum, padahal justru kebutuhan akan air makin tinggi. Botol minum ukuran 600ml yang penuh pagi hari, sorenya belum tentu habis. Parah.

Tidak berhenti di air minum. Makanan yang masuk di tubuh saya juga membahayakan. Hidup sebagai anak kost membuat nutrisi makanan acak-acakan. Minim sayur, jarang buah, makan tidak teratur, dan karnivora sejati. Kolesterol di mana-mana. Lemak memang enak. Makanan berbahaya memang menggoda. Aaaaakkkkkk *tutup mata* Ini yang membuat saya menunda-nunda cek darah. Teman makan siang saya yang seumuran dan kurus sudah terdeteksi kolesterol tinggi, di atas 200. Siapa bilang kurus tidak berpotensi kolesterol? Doh… *tepok jidat*

Daaaannn.. Olahraga. Satu hal yang saya jarang sekali lakukan. Padahal di kantor ada fitness center, sudah member juga, bahkan ninggal sepatu+kaos di kantor, tetep aja nggak membuat saya rajin fitness. Kemarin sempet nyoba berpaling dari lift kantor ke tangga darurat untuk naik ke lantai 7. Itu saja saya sudah ngos-ngosan saudara saudara! Ampun deh…

Beberapa waktu yang lalu mendengar kabar ada teman kantor yang meninggal di usia muda karena stroke, serangan jantung.. Sedihnya… 😦
Sepertinya sudah saatnya saya aware dengan kesehatan saya demi bisa makan kambing sampai 50 tahun seperti direktur saya. *iket kepala*
Mulai sekarang saya akan mencanangkan program hidup sehat. Ya, klise… Sudah kalimat ke berapa tentang program hidup sehat yang tidak pernah terealisasi. Tapi kali ini saya serius. Sejak persendian pinggul saya pernah sakit ketika habis duduk lama dengan kaki dilipat, saya HARUS.

Dan program ini akan dimulai dengan sepedaan besok pagi! Kebetulan ada acara dengan Kemdikbud. Yay! Dan selanjutnya sepatu di kantor akan saya bersihkan dari jaring laba-laba, kaosnya nggak akan jamuran, dan minum di kantor minimal 2 botol. Semangat Cilpah? *pecut diri sendiri*
Kita lihat saja nanti ya bagaimana… Pada saatnya nanti pasti saya akan cek darah dan saya publish hasilnya *kalau sudah percaya diri* nyiahahahaha..

Salam kolesterol, eh hidup sehat! 😀

Siapa super hero favoritmu?

Friday night!
Sayang dong Jumat dari kantor langsung pulang.. Yak, Jumat malam ini saya menyempatkan waktu lagi untuk menonton film The Avengers (lagi). Minggu lalu, hari kedua diluncurkannya film tersebut di bioskop Cineplex saya sudah nonton sih.. Tapi yang 2D dan sendiri. FYI itu hari Sabtu, malem Minggu. *diperjelas* Tapi kali ini saya menonton The Avengers 3D bersama Mary \(´▽`)/ Si partner in crime buat acara hang out dadakan atau bertamasya. Hoho…

Dari tokoh-tokoh The Avengers, siapa yang jadi super hero favoritmu? Hulk yang perkasa? Black Widow si mata-mata ulung, cantik, dan bisa matahin leher orang pake kaki? Hawkeye yang cool rupawan dan si pemanah jitu? *penilaian mulai subjektif | fisik* Iron Man manuaia besi yang kaya raya? Captain America yang jago pilates? *kata Iron Man | spoiler* Atau Thor dengan palu gadanya? *mulai ngaco* Bahkan ada yang mengidolakan Loki yang walaupun udah dibanting-banting, diserang terus tapi masih tetap hidup sampai akhir cerita.

Mine? None of them. I have my own Avanger. Super hero nggak harus memiliki kekuatan super untuk menyerang kan? Karena super hero saya tidak memiliki kekuatan super untuk menyerang, melainkan kekuatan super untuk bertahan. Bertahan dalam kondisi apapun, menghadapi dua prajuritnya yang sering susah diatur, dan setia pada komitmennya kepada komandan beserta prajuritnya. My mom is my super hero.

Saya jadi teringat saat-saat dulu masih sering berkumpul di rumah, menonton televisi dengan menyandarkan kepala di pangkuan ibu. Ya walaupun kalau nonton televisi malem-malem ibu sambil ngantuk-ngantuk, tapi tetep aja duduk di depan televisi. 😀 Saat itu, entah mulainya dari mana, tiba-tiba nyambung ke obrolan soal asmara. *halah…*
Ibuku cerita soal jaman mudanya dulu, pas masih hobi ngeceng dan jadi primadona taun 80an, hehe.. *ibuku memang pas muda dulu cantik banget. sekarang di usianya yang beberapa tahun lagi menginjak setengah abad, ya masih lumayan tersisa lah masa-masa kejayaannya. :p *
Ibu bercerita awal mula kenal bapak sampai akhirnya memutuskan untuk menikah, serta pertimbangan-pertimbangannya kenapa nerima bapak. Jangan salah ya… Walaupun dulu ibu punya banyak pacar, tapi ibu istri yang setia dan luar biasa mengabdi pada suami. Nggak ada alasan apapun untuk nggak menyayanginya dengan sangat. 🙂
Cukup lama sepertinya kapan terakhir kali saya memeluknya, wanita yang telah berjuang melahirkan saya dan selalu sabar mengasihi dengan hangat.

I love you, all… 🙂

Passion??

Sudah baca bukunya René Suhardono yang “YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER”? Sang career coach menuliskan kata passion dan purpose berkali-kali, demikian juga dengan kata job dan career. Saya mendengar dan melihat buku René sudah cukup lama. Santer seliweran di telinga dan depan mata saya. Tapi jujur, saya belum pernah membaca isi bukunya sampai pada saat saya berkesempatan bertemu René beberapa waktu yang lalu. Kebetulan di kantor, khususnya unit kerja saya, mengadakan semacam forum sharing dan waktu itu kami mengundang René sebagai tamunya.

Beberapa kali saya merasa tersinggung dan tertampar saat René menyampaikan mengenai passion, situasi-situasi bekerja, dan apa-apa yang sekiranya dipikirkan orang-orang tentang pekerjaannya. Berasa “eh, saya juga ngerasa seperti itu sih.. Wah, gawat gajah makan kawat!” *oke, yang terakhir itu hanya untuk memberikan efek dramatis* Tapi contoh atau kasus-kasus yang disampaikan memang benar adanya, menurut saya. Seperti, banyak orang merasa pekerjaannya sekarang adalah karirnya. Sehingga orang bekerja dan takut kehilangan pekerjaannya karena tidak mau karirnya hancur. Atau ada juga yang merasa buntu dengan pekerjaannya dengan dalih passion saya bukan di sini… Ya ya ya… Kemudian saya jadi ingat bahwa saya pernah mengatakan bahwa passion saya bukan menjadi seorang banker ataupun kerja di industri perbankan.

Ada beberapa pesan yang menginspirasi saya.
Pekerjaan adalah milik perusahaan, sedangkan karir adalah milik Anda pribadi. Dari sini saya mulai berpikir.. Oke, pekerjaan saya sudah jelas apa yang sedang saya jalani sekarang. Lalu karir saya sebenarnya apa? Lama…akhirnya saya menentukan karir saya ya apa yang akan saya kerjakan sepanjang hidup, terlepas dari di manapun saya berada. Dan sayapun mulai menyusun kerangka harapan karir saya seperti apa.
Passion is not what you’re good at, but what you enjoy the most. *menghela napas* Hmmm, so what will happen then if we’re not good at what we enjoy the most? #mbulet Ya itu sih butuh self improvement aja kali ya.. *ngejawab sendiri*

Saya dan beberapa anak muda lain yang baru memulai bekerja, *btw kalau kerja 2 tahun itungannya masih bisa dibilang baru kan? :p * mungkin merasa bahwa apa yang dilakukan sekarang masih kurang. Kok pekerjaan saya begini, kok nampaknya pekerjaan lain di sana begitu, kok… Dan banyak kok lainnya. Bahkan mungkin merasa terpaksa dengan pilihan tempat kerjanya, lalu sedang berusaha mencoba tempat kerja impian lain yang katanya sesuai dengan passion-nya. *serius ini bukan curhat ;p *

Tapi mendengerkan apa yang disampaikan René pada pertemuan kali itu, membuka wawasan baru bagi saya dan membuat saya lebih merasa ikhlas dan menerima. Poin René yang terkait dengan find your values adalah sangat benar. Jadi kita kerja buat apa sih? Kalau kita kerja buat mencari uang, ya jangan protes bahwa nggak punya waktu untuk keluarga, diri sendiri.. Itu bagian dari konsekuensi. Sebaliknya, kalau kita kerja buat mencari apa yang bisa kita lakukan untuk membuat diri kita dan keluarga bahagia dengan punya banyak waktu bersama, ya jangan protes kalau kita tidak mendapatkan reward yang banyak dari perusahaan. Bukan berarti kalau mengahbiskan banyak waktu untuk pekerjaan kita pasti mendapatkan lebih dan sebaliknya lho ya.. Punya waktu personal yang banyak dan pekerjaan yang bagus secara materi kan lebih menyenangkan juga. Intinya adalah temukan dulu value kita apa, di mana passion kita, purpose of life kita apa, dan beraksilah. Kalau terbentur, ingat lagi tujuan awal kita dan value kita apa. *bukan menggurui, ini monolog kok*
Jadi jika dulu bahkan saya tidak bercita-cita kerja di bank, bukan berarti saya tidak bisa memiliki passion di industri perbankan, sepanjang saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang.

Buku René lainnya, #UltimateU juga kemudian saya baca. FYI, kedua buku itu saya peroleh gratis. Yang pertama hadiah dari René bagi penanya waktu itu, dan yang #UltimateU juga hadiah dari salah satu pengajar di learning center waktu saya mengikuti training terkait transaction banking. Yay! *mental mahasiswa | mental gratisan* Kalimat yang paling menginspirasi dari buku #UltimateU tersebut adalah “be the best version of ourselves”. Wow.. Kita tidak mengejar menjadi juara 1 pada lomba lari atau lomba matematika, tapi kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, yang bukan tidak mungkin versi terbaik kita adalah lebih dari apa yang kita bayangkan sebagai juara 1. Ow yeah René!

Rene’s book : YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER
Rene’s book : #UltimateU

SNMPTN 2012 Datang Kembali

Dua jam mengarungi riuhnya jalanan ibukota yang sesekali tersendat, membuat saya seolah jetlag begitu sampai di kantor. Menu makanan khas Makassar di food court siang ini jadi terasa lebih nikmat. Laper soalnya. :p

Pukul 17.00 WIB. Officially sih sudah bukan jam kerja, tapi ya ada beberapa yang harus diselesaikan hari ini. Ah oke…sudah biasa. *jeng jeeengg* Tiba-tiba ada panggilan rapat ke Hotel Atlet Century Senayan. Rapat dengan Panitia Pusat SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2012, untuk membahas persiapan SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis & Keterampilan. Ya, yang akan dimulai tanggal 10 Mei besok sampai dengan 31 Mei 2012 adalah SNMPTN Jalur Ujian Tertulis & Keterampilan yang merupakan program seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang diselenggarakan secara nasional dan di tahun 2012 ini diikuti oleh 61 Perguruan Tinggi Negeri. Info lebih jelasnya tentunya dapat langsung cari tau di website resmi SNMPTN : www.snmptn.ac.id. *panjang bener kalau mau direpost di sini*

Buat saya sendiri, ini merupakan tahun ketiga saya ikut serta dalam pelaksanaan SNMPTN, khususnya dalam hal mitra bank penerima pembayarannya. Menangani project SNMPTN membuat saya semakin muda setiap tahunnya, karena banyak berinteraksi dengan adik-adik calon mahasiswa harapan bangsa. Hehehe

Kebetulan saya pegang salah satu nomor handphone yang memang dipublish untuk semacam contact center jika ada pertanyaan atau kendala dalam pelaksanaan pembayaran SNMPTN. Ada aja pengalaman lucu-lucu mengherankan selama berinteraksi dengan orang yang SMS ataupun telepon. Oke kalau telepon saya cukup angkat telepon dan jawab. Untuk SMS harus mengerahkan tenaga juga buat pencet-pencet keypad di handphone. Saya ingin berbagi pengalaman lucu selama menerima SMS seputar SNMPTN beberapa hari belakangan.

Belum mulai dibuka pembayaran SNMPTN, yang coba-coba bayar sudah ramai. Yang tanya-tanya apa lagi. Bagus, positifnya adalah masyarakat antusias mengikuti SNMPTN. Suatu hari…

#SMS “Selamat pagi kak… Mau tanya kak, kapan ya mulai pendaftaran SNMPTNnya?” Saya jawab singkat, “Tanggal 10-31 Mei.”

Hmmm… Ternyata orang Indonesia lebih suka bertanya daripada membaca apalagi mencari tau informasi. Karena sebenarnya infomasi dasar tersebut sudah ada di website SNMPTN.

#SMS lainnya. “Mba aku g pny Atm,.klo mau bli No PIN & KAP gmn cara’Y? *oh, SMSnya sudah mulai disingkat dengan gaya trendy rupanya, lanjut!* *50 menit kemudian* “mba blz oh”
Dan saya jawab, “Jika tidak memiliki ATM ataupun rekening Bank Mandiri, pembayaran SNMPTN dapat dilakukan di cabang Bank Mandiri mana saja. Untuk info tata cara pembayarannya dapat dilihat di website SNMPTN”
*beep beep beep* “tp info’Y krg jelas…klo aku mau ikt ujian ktrampilan byr’Y gmn? Bareng sm ujian tulis?”
*tarik napas* “Bisa sekaligus bayar dengan mekanisme pembayaran baru, bisa juga pembayaran biaya ujian keterampilannya menyusul dengan menggunakan mekanisme pembayaran tambahan, seperti yang tercantum di website” *beep beep beep* “no rekening sana’Y brp…” *buang napas | nampak terjadi konsistensi penulisan ‘nya’ diganti dengan ”Y’* “Tidak perlu menyebutkan nomor rekening, tapi dengan memilih menu pembayaran multipayment/pendidikan, bukan menu transfer dana” *beep beep beep* “udh 3x ke bank mau byr,tp di tolak trz…pusink !” *sesak napas | lempar meja (┛ˋДˊ)┛彡┻━┻ * “Iya, soalnya pembayaran baru dibuka tanggal 10 Mei 2012”

See?? Tidak semua dari kita dan generasi muda di negeri ini melek informasi. *istighfar*
#SMS lainnya lagi. “Numpang tanya buk,..sudah buka pembelian pin snmptn 2012 buk?” *3 jam kemudian | baru sempet mau bales*
*mulai siapin template untuk jawab pertanyaan yang sama berulang-ulang* “Pembayaran SNMPTN 2012 dimulai tanggal 10-31 Mei 2012” *beep beep beep* ” Mv cpa neyh,”
*shock | mulut menganga | mata melotot namun pandangan kosong* Bingung harus balas apa, biarlah menjadi misteri baginya dan hiburan bagi saya… 😀

Besok hari pertama dibukanya pembayaran dan pendaftaran SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan. Sangat berharap semua berjalan aman dan lancar. Turut mendoakan juga calon-calon mahasiswa kita cepat tangkap dalam hal memahami informasi tata cara pendaftarannya. Iyak, ini baru tata cara daftar lho dek.. Belum lagi ujiannya. Masa’ iya belum ujian udah gagal di pendaftaran…:p Semangat!