Kehilangan Diri Sendiri

kehilangan diri sendiri blog silvafauziah

Besok adalah hari terakhir untuk project #31HariMenulis. Tapi absen menulisku kali ini jauh lebih banyak dibanding 8 tahun lalu. Tiap pagi atau malam sih selalu buka laptop, tapi ujung-ujungnya nihil. *cry* Kalau absen menulis per harinya masih ada dendanya seperti dulu, aku bakal kena denda banyak ini. Di tulisan kali ini aku cuma mau curhat sekaligus penyataan kalah sama diri sendiri. Iya, akhir-akhir ini aku sering merasa kehilangan diri sendiri. Merasa kok ini nggak aku banget. Aku sebel banget sama diriku sendiri. Kok gini… kok gitu… Tapi useless, karena aku sadar kalau aku juga nggak melakukan apa-apa karena terlalu malas dan menunda banyak hal. Benci.

Ternyata 77 hari di rumah aja nggak bikin aku punya banyak waktu untuk melakukan banyak hal yang aku mau. Banyak mau tapi bawaannya ntar dulu melulu. Ngeselin kan? Tapi ada juga yang bilang, masa karantina di rumah selama pandemi ini memang bukan ajang lomba produktivitas, yang penting bisa survive. Survive secara raga bisa diusahakan. Ada teori dan panduannya gimana jaga kesehatan dan keselamatan badan. Banyak malah edukasinya yang beredar selama pandemi ini. Tapi jiwa ini juga butuh dijaga kesehatannya. Nah, sampai sekarang ini aku masih mencari-cari gimana jiwaku nggak berontak, aku nggak kesel sama diri sendiri, dan kembali merasa menemukan diriku lagi. Ada ide?

Demikian curhat singkat dari aku yang kehilangan tapi untungnya sudah di zona hijau.

silvafauziah

Author: Silva

A hardheaded woman, a wife, a mom of one, who is still figuring out about life. Contact: silva.fauziah@gmail.com

4 thoughts on “Kehilangan Diri Sendiri”

  1. Saya pun pernah merasa begini, yang tadinya semangat menjalani hari-hari tiba-tiba jadi malas bicara, dll (biasanya banyak bicara hehe).
    Kalau sudah begitu saya bakal berusaha mencari tau penyebabnya. Seringkali, karena di tempat saya tinggal matahari cuma terik beberapa bulan setahun. Jadi penyebab utamanya sebenarnya hanya kurang vit D 😂
    Kurang vit D ini bisa juga menyebabkan depresi.

    Semangat 😊

    Liked by 1 person

      1. Iya, karena lagi tinggal di Eropa, jadinya matahari nggak selalu bersinar sepanjang tahun. Makanya harus hati-hati supaya gak kekurangan vitamin D 😊

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s