Pengalaman Mengurus Dokumen Visa Malaysia

blog title visa malaysia

Seperti yang dijanjikan di post sebelumnya, kali ini aku mau share tentang pengalaman mengurus visa tinggal di Malaysia sekaligus tips mengurus visa tinggal di luar negeri pada umumnya. Buat yang ingin pergi ke Malaysia dari Indonesia, memang tidak perlu mengurus visa. Namun untuk yang ingin tinggal lebih dari 3 bulan, perlu untuk mengurus visa.

Ada beberapa jenis visa untuk tinggal; working visa, student visa, atau dependant visa. Karena aku dan anakku ikut suami yang sudah memiliki working visa, jadi kami buatnya dependant visa. Tapi pada dasarnya pengurusan dokumen visanya kurang lebih sama. Untuk working visa maupun dependant visa, yang pasti harus ada sponsornya dulu. Dalam case aku, kebetulan kantor suami yang jadi sponsornya.

Sebelum pengurusan visa, ada hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu yang tak kalah menguras tenaga dan waktunya, yaitu legalisir dokumen persyaratan visa. Apa saja?

Berikut dokumen yang diperlukan untuk visa:

  1. paspor
  2. ijazah pendidikan terakhir versi bahasa Inggris

Biasanya bisa minta ke kampus untuk translation bahasa Inggris-nya. Setelah ada versi bahasa Inggrisnya, masih perlu dilegalisir cap basah dengan pejabat di kampus. Aku legalisir ke dekan fakultas. Tips: untuk antisipasi agar legalisir di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) nggak ditolak, pastikan dulu pejabat yang legalisir dokumen sudah terdaftar spesimen tanda tangannya di database Kemenkumham. Karena kalau belum, kita harus mengajukan permohonan spesimen baru. Jadi nambah proses lagi.

  1. buku nikah versi bahasa Inggris

Aku translate buku nikah ke sworn translator, mulai dari halaman 1 s.d. halaman 6. Tips: selektif pilih sworn translator. Cari yang sudah terdaftar atau rekanan Kemenkumham supaya nama pejabatnya sudah terdaftar di database, jadi nggak terbentur permohonan spesimen baru. Aku pilih sworn translator yang ada di darftar sworn translator ini:

https://id.usembassy.gov/wp-content/uploads/sites/72/2017/06/List-of-Sworn-Translator-Updated-June-14-2017.pdf

  1. akta kelahiran anak versi bahasa Inggris

Ini juga aku translate ke sworn translator seperti poin nomor 3.

Kalau sudah siap semua dokumen di atas, kita scan atau foto untuk kita upload ke website Kemenkumham; https://legalisasi.ahu.go.id. Kita buat akun terlebih dahulu, lalu buat permohonan tiap dokumennya. Untuk dokumen ijazah masuk kategori dokumen pendidikan, sedangkan untuk buku nikah dan kata kelahiran yang sudah diterjemahkan masuk kategori dokumen terjemahan ya, bukan dokumen kependudukan. Kalau mau legalisir dokumen aslinya baru masuk kategori dokumen kependudukan. Dan khusus untuk dokumen buku nikah asli, sebelum dilegalisir ke Kemenkumham, harus dilegalisir ke KUA penerbit dan Kementerian Agama. Thank God aku hanya perlu legalisir dokumen terjemahannya aja. Setelah pengajuan legalisir online di website AHU Online, kurang lebih 3-24 jam kita akan dapat notifikasi apakan permohonan diterima atau ditolak. Kalau sudah diterima, kita akan dapat notofikasi lagi nomor tagihan yang harus dibayar di bank. Biaya untuk legalisir dokumen di Kemenkumham adalah Rp 50.000,- per dokumen. Buat yang males nyari bank dan antri di teller, bisa langsung datang aja ke Gedung Cik’s Ditjen AHU di Cikini, karena ada counter teller BNI dan BJB. Kita bisa bayar di sana sekaligus langsung ambil sticker hasil legalisir dokumen yang telah disetujui.

Setelah sticker legalisasi dokumen dari Kemenkumham ditempel di dokumen terkait, kita scan atau foto lagi dokumennya untuk kita upload ke aplikasi legalisasi online Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kalau legalisasi Kemenkumham via website, legalisasi Kemenlu ini via aplikasi khusus Legalisasi Kemenlu dan sejauh ini baru bisa di android. Jadi buat yang HP-nya iOS, siap-siap cari pinjeman HP. 😀 Tips upload dokumen di aplikasi Legalisasi Online Kemenlu agar cepat disetujui, selain foto dokumen utuh, tambahkan juga foto close up bagian bagian sticker legalisasi Kemenkumham-nya. Harus keliatan jelas/fokus tentunya. Nama pejabat yang ditulis di aplikasi ini adalah pejabat Kemenkumham yang mengesahkan dokumen, bukan lagi nama pejabat penerbit dokumen. Biasanya di hari yang sama (bahkan bisa hitungan menit kalau working hours) kita bisa dapat notifikasi apakah dokumen sudah disetujui atau ditolak. Kalau sudah disetujui, kita akan dalam nomor tagihan untuk pembayaran biaya legalisasinya. Biaya legalisasi dokumen di Kemenlu ini RP 25.000,- per dokumen. Enaknya, bayar bisa lewat e-banking (kalau aku pakai Mandiri) nggak seperti Kemenkumham yang harus lewat counter teller. Setelah bayar dan upload bukti pembayaran di aplikasi, kita akan dapat notifikasi verifikasi pembayaran berhasil dan bisa mengambil sticker legalisasi online di Gedung Kemenlu yang ada di Pejambon, Jakarta Pusat di hari kerja berikutnya.

sticker legalisai dokumen visa
contoh sticker legalisasi Kemenkumham (atas) dan Kemenlu (bawah)

Apakah sudah selesai? Belum pemirsaa… Setelah itu kita legalisir ke kedutaan terkait. Untuk pengalaman legalisasi dokumen Visa Malaysia, semua dokumen yang sudah dilegalisasi beserta dokumen aslinya, dibawa ke Kedutaan Malaysia yang ada di Rasuna Said, Kuningan (dekat Hotel Manhattan). Bentuk legalisasinya bukan sticker, tapi cap basah. Dari sini, barulah dokumen bisa dipakai untuk pengurusan visa. Kebetulan untuk pengurusan visa ini, kami dibantu oleh agen kantor suami.

Setelah keluar single entry visa, untuk pengambilan visa Malaysia, bukan lagi di Kedutaan Malaysia yang di dekat Hotel Manhattan, tapi yang di Gedung Palma One yang ada di Rasuna Said juga. Overall, walaupun memang butuh mondar mandir, tapi nggak terlalu complicated juga kok. Dibanding lewat jasa agen/calo bayarnya lebih mahal kan ya? #emakirit

Well, selamat berjuang yaa… Buat yang mau tanya-tanya, feel free tanya di comment 😉

Semoga bermanfaat.

silvafauziah

Author: Silva

A hardheaded woman, a wife, a mom of one, who is still figuring out about life. Contact: silva.fauziah@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s