#ArisanIlmuKEB : Kreatif Menulis Kisah Perjalanan

travel writing tips

Suka mupeng nggak sih kalau liat foto-foto orang di social media, terutama Instagram, soal dokumentasi perjalanan mereka? Apalagi kalau ngeliat feeds orang-orang yang hobi traveling atau berseluncur ke blog para travel blogger. Rasanya pengen pinjem pintu ke mana saja punya Doraemon ya buat pergi ke tempat-tempat yang kita pengen. Tapi menulis kisah perjalanan supaya menarik dibaca orang lain juga ada tips nya loh… Makanya semingguan yang lalu saya excited ikutan #ArisanIlmuKEB yang temanya “Kreatif Menulis Kisah Perjalanan” dengan guest speaker salah satu travel blogger cantik, Marischka Prudence.

#arisanilmuKEB

Dulu, jaman-jamannya saya masih single dan sering jalan-jalan, saya selalu riset tentang destinasi yang akan dikunjungi. Risetnya ya browsing, blog walking, tanya sana sini, termasuk tanya sama orang setempat. Waktu itu selalu saya inget-inget dan catetin sih nama tempat yang saya datengin, kuliner apa yang saya makan, ada atraksi menarik apa… Kadang saya foto-foto juga walaupun nggak pake kamera yang mumpuni. Niat awalnya mau ditulis di blog, buat dibagikan ke orang banyak. Tapi karena kebanyakan mikir tulisannya bakal menarik apa nggak, fotonya kok kayak kurang bagus, dan sebagainya, akhirnya kisah-kisah perjalanan itu menguap begitu aja. Padahal walaupun nggak banyak-banyak amat, lumayan lah sempet ke Aceh sampai Manado. Sayang banget kan? 😦

Marischka Prudence

Marischka Prudence, seorang travel blogger yang memulai kisah-kisah perjalanannya dari seorang jurnalis, sharing di acara #ArisanIlmuKEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) tanggal 18 Maret 2017 kemarin. Dia menceritakan tentang kisahnya jadi travel blogger dan tips menulis kisah perjalanan. Dua hal yang Prue sampaikan dan bisa meruntuhkan excuse saya (dan banyak orang lainnya) untuk menulis kisah perjalanan adalah “bahwa travel writer itu nggak harus sering traveling” dan “jangan ragu untuk menulis destinasi yang sama atau udah banyak ditulis orang, karena setiap orang bisa menambahkan rasa dan cerita masing-masing”. Jeng jeeeng… Nah lho siapa yang masih menggunakan dua alasan itu juga buat jadi excuse? ;p

Selain dua hal tadi, Prue juga share tips lain dalam menulis blog, diantaranya:

Gaya Sendiri

Kaidah penulisan blog itu nggak ada aturan bakunya harus seperti apa, nggak kayak tulisan jurnalistik. Penulis bisa nulis dengan gayanya sendiri, baik dalam hal gaya bahasa, alur bercerita, tata cara penulisan ejaannya, dll. Enaknya nulis blog tuh di situ. Nggak ada istilah benar atau salah, sepanjang nggak berbau SARA. Jadi baiknya memang kita jadi diri kita sendiri waktu menulis. Nggak usah khawatir banyak yang suka atau nggak, karena setiap “gaya” pasti ada segmennya sendiri. Poin ini juga yang saya coba terus terapin dalam blogging, biar saya bisa lebih mengalir dan menikmati dalam menulis. Oiya, Prue sempat menyebutkan blog alm. Mas Toro, http://www.cumilebay.com. Kalau dilihat dari tampilan yang huruf besar kecil nggak beraturan, warna warni, dan cara dia bercerita, mungkin banyak yang nggak sesuai kaidah penulisan jurnalistik atau EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Tapi justru itulah gaya dia yang bikin dia unik dan jadi salah satu blogger yang cukup dikenal banyak orang.

Apakah nulis blog harus memuat 5W1H?

Kalau yang pernah ikutan mata kuliah penulisan jurnalistik, pasti dapet deh teori ini. Kita kalau nulis artikel/berita harus memuat 5W1H (What, Who, When, Where, Why, dan How). Jadi isinya lengkap, informatif. Tapi ternyata menulis blog nggak harus berpatokan sama teori itu. Yaaa memuat 5W1H boleh, bagus-bagus aja… Tapi kalaupun hanya beberapa aspek aja atau bahkan cuma satu aspek aja juga sah-sah aja. Misal, kalau orang nyeritain soal di mana dan kapan tukang pijet yang di  sekitaran Pantai Kuta mangkal, kita bisa juga ceritain dari sisi siapa sebenernya tukang pijet di sekitaran Pantai Kuta itu? (Itu contoh dari saya aja sih, bukan yang diceritain Prue :D) #ngarang #bebas

Jujur dalam Menulis

Walaupun dalam menulis blog nggak ada istilah bener atau salah, tapi kita punya tanggung jawab moril atas tulisan kita. Jadi jujurlah dalam menulis. Jujur di sini maksudnya ya kita apa adanya dalam menceritakan sesuatu, nggak terlalu mencoba menyenangkan salah satu pihak. Jadi biar yang baca juga mendapatkan informasi yang valid.

Be Unique!

Ini masih berkaitan dengan poin Gaya Sendiri di atas sih… Jadi biar kita bisa dikenal orang atau istilahnya stands out of the crowd ya kita harus punya keunikan tersendiri. Ntah dari tampilan, tema konten, maupun cara penulisan. Nah untuk yang poin ini saya lagi mikir uniknya saya di mana ya? Ada yang bisa bantu jawab? :))

Start from what most memorable!

Dalam menulis (dan melakukan hampir semua hal sih) bagian paling susah adalah memulai. Bingung mau mulai nulis dari mana ya… Enaknya dari mana ya… Bagusnya apa dulu ya… Udah gitu aja terus sampe lupa mau nulis apa. Haha *menertawakan diri sendiri* Kalau Prue bilang, pikirkan fokus utama tulisan dalam story building dan start from what most memorable. Dari situ bisa buat “pemantik” supaya cerita lainnya bisa mengalir. Jadi misalnya nyeritain mau sepedaan di Ubud ya nggak harus runtut dari awal berangkat sampai selesai perjalanannya. Bisa aja mulai dari cerita gimana segernya sepedaan di Ubud sambil hirup udara pagi melewati sawah-sawah, baru nyeritain the whole story.

travel blogger
Prue dan saya 😉

Selain share tentang tips menulis blog, Prue juga ngasih tips untuk boost traffic blog kita, diantaranya:

  • Promosi via social media yang kita punya. Ibarat punya toko yang jual jajanan enak tapi kalau nggak pernah dipromosiin atau nggak ada yang tau, ya nggak akan ada juga yang dateng ke toko. Sama halnya dengan blog, Makanya kita jangan sungkan-sungkan promoin blog dan postingan kita via social media.
  • Bikin konten yang menarik. Ini juga penting. Makanya saya pengen terus belajar buat bikin konten, baik tulisan maupun visual, yang menarik. Ikutan sharing di acara #ArisanIlmuKEB ini salah satunya. Mudah-mudahan ada tiap bulan dan bisa ikutan terus yaa… *colek makmin-makmin*
  • Bikin tag/label. Setiap post di blog, penting buat kita bikin tag/label yang relevan dengan konten tulisan biar ketangkep di mesin pencarian Google ketika ada yang cari dengan keyword sesuai tag/label itu. Kalau upload gambar, kita bisa buat file name, alt text, dan description sesuai tag/label tulisan kita atau sesuai keyword yang relevan biar bisa nongol juga di hasil pencarian Google images.
  • Link sharing; ini bisa dengan kita kolaborasi menulis dan put link satu sama lain, blog walking dengan meninggalkan jejak link untuk dikunjung balik, dan sebagainya.
#arisanilmukeb
Founder KEB (Mira Sahid) – Marischka Prudence – Ketua KEB (Sumarti Saelan)

Foto-foto keseruan #ArisanIlmuKEB lainnya…

makmin KEB
Para Makmins KEB bersama bintang tamu
#arisanilmuKEB
Semua participants #ArisanIlmuKEB – dokumentasi foto tim KEB.

Btw dari tadi saya ngasih contohnya soal Bali terus ya… Apakah saya rindu ke Bali? :p

Well, terima kasih tim Kumpulan Emak Blogger untuk sharing ilmunya… Ditunggu untuk #ArisanIlmuKEB berikutnya 😉

silvafauziah

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

5 thoughts on “#ArisanIlmuKEB : Kreatif Menulis Kisah Perjalanan”

  1. aku suka jadi blogger nggak perlu mikirin EYD dan 5W1H karena semua suka-suka kita nulis asal nggak SARA dan nggak bohong nulisnya hihihihi aku rekam nih mba…inilah hebatnya nulis kisah perjalanan di blog 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s