#WHENMOMMIESTALK : Berbagi Peran di Rumah

berbagi peran di rumahSetiap anggota keluarga memiliki peran dalam sebuah rumah tangga. Karena urusan rumah tangga bukan cuma tugas ibu, tapi juga teamwork seisi rumah. Setuju nggak? Peran beserta tugasnya harus disetujui semua pihak agar teamwork bisa berjalan lancar. Bahkan mungkin hampir semua pasangan sudah membicarakan hal ini sebelum mulai berumah tangga, termasuk saya dan suami. Dengan masa perkenalan yang cukup singkat dan kondisi long distance relationship (LDR), pembagian peran di rumah jadi semakin “challenging” buat saya. Tapi show must go on!

Dari awal masa penjajakan, udah ketauan karakter kami yang sama-sama keras tapi paradigma dan “dunia” kami berbeda. Suami saya lebih insecure tapi males ribet, jadi maunya mikiran hal-hal besar dan praktis aja. Orangnya pun science banget. Kalau 1 + 1 ya pasti 2. Padahal kan dalam hidup suka ada seni dan liku-likunya ya? Kadang nggak as simple as 1 + 1 = 2. Pokoknya saklek, susah menerima pandangan baru dan hampir no excuse. Sedangkan saya cenderung orang yang lumayan detail dan semua-semua direncanain rapi. Malah jeleknya kadang saya nggak siap menerima keadaan yang nggak sesuai rencana atau ekspektasi saya walaupun saya termasuk tipe yang berpikiran terbuka dan cepat beradaptasi. Tapi justru di situlah kami jadi saling melengkapi. Dia mikir yang gedeannya, saya beresin printilannya. Kasarannya gitu. Dia yang kaku, saya yang lemesin. *nggak ambigu kan?*

Perbedaan kami lainnya yang masih terkait paradigma dan “dunia” adalah dalam hal gaya hidup. Dia orang lapangan. Penampilan, persepsi orang soal dia, dan sebagainya, nggak penting buat dia. Kombinasi cuek dan insecure soal masa depan membuat suami saya gemar dalam hal menabung. Nggak kayak saya yang gampang tergoda untuk hal-hal konsumtif. Hehe… *ngaku* Tapi justru di situlah lagi-lagi kami saling melengkapi, kan kan? Haha *dijewer suamik*

Sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kami masing-masing, udah bisa disimpulkan belum pembagian peran kami? Suami saya yang giat bekerja mencari nafkah untuk rencana-rencana besar kami, sedangkan saya mengatur urusan rumah tangga sehari-hari (operasional) dari A sampai Z termasuk kebutuhan printilan keluarga (suami dan anak). Konvensional atau jadul banget ya? Tapi sayangnya memang saya belum bisa berbagi peran atau tugas sehari-hari di rumah dengan suami, nggak kayak Ayu dan suaminya. Hail long distance marriage! #mamakudusetrong #akurapopo #apasih

Lalu peran Aqila di mana? Ah, pokoknya penting banget! Saya bisa berenergi dan tetep bahagia menjalani hari-hari yang selalu sibuk, rutinitas kerja-mengurus rumah, survive di kerasnya kehidupan ibukota, itu semua karena kehadiran Aqila. She’s such a greatest supporter to me! *lope lope di udara* Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Baik. Kami dikaruniai anak dengan sangat cepat. Alhamdulillah sebulan setelah menikah, saya sudah hamil. Jadinya saya nggak kesepian di rumah walaupun sering jauhan sama suami. Dan saya juga yakin Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Baik, kapan waktu yang tepat buat saya, suami, dan Aqila bisa berkumpul utuh sebagai keluarga dalam satu rumah. πŸ™‚ *sambil bergetar, berkaca-kaca*

Nah, buat kalian yang lagi merencanakan untuk berumah tangga, please consider buat diskusi dan menyepakati peran masing-masing dari kalian sebelum kalian menikah ya… Karena menurut saya itu cukup krusial, demi kelancaran bahtera rumah tangga. *ceilah* Tentunya pembagian peran itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ya… Bisa aja peran utama mencari nafkah nggak cuma tanggung jawab suami, bisa juga istri, atau keduanya. Demikian juga untuk hal mengatur operasional rumah tangga.

Baca juga cerita Ayu di sini.

Terima kasih sudah mampir ke blog saya. πŸ™‚

silvafauziah

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

6 thoughts on “#WHENMOMMIESTALK : Berbagi Peran di Rumah”

  1. aku ama suami dulu jg diskusi soal peran ini sebelum kita nikah.. suami tau aku ga terlalu suka dengan anak2, krn itu dia yg lebih berperan menghandle anak2 di rumah.. Urusan tentang keuangan RT aku yg pegang sepenuhnya krn memang aku yg lbh jago dlm urusan keuangan :D.. intinya, kita berdua ga keberatan utk berbagi tugas, walopun kdg fungsi kita kebalik gitu πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s