REVIEW: Catering Harian Kulina

kulina boxIde menu makan siang selalu jadi persoalan buat para pekerja kantoran di ibukota. Eh, atau cuma saya ya? Pokoknya tiap mau makan siang selalu galau, bingung mau makan apa. Padahal saya berkantor di daerah Sabang (Jakarta Pusat) yang kata orang markasnya kuliner. Memang banyak banget yang jualan makan sih… Tapi tetep aja bingung mau makan apa. That’s why saya kepikiran untuk coba catering harian buat makan siang di kantor. Selama seminggu kemarin saya berlangganan Kulina untuk menu makan siang saya.

Sebenernya sebelum langganan Kulina ini, saya pernah juga coba semacam catering harian murah meriah di pesan.menu. Penawarannya tempting banget. Catering harian mulai dari harga Rp 10ribu dan udah termasuk ongkos kirim. Fantastis banget kan? Makan di warteg aja nggak dapet tuh 10ribu. Mekanisme pemesanannya kita order via website pesan.menu setiap H-1 (cut off time order jam 8 malam), pilih menu dan isi data pemesan, lalu besoknya pesanan makan siang kita sampai. Bayarnya pada saat kita terima pesanan kita (cash). Sayangnya untuk sementara ini baru bisa melayani pengantaran ke kantor Wisma Mandiri (Thamrin) aja. Udah gitu mesti tiap hari pesen untuk menu makan siang besoknya, nggak bisa pesen sekaligus beberapa hari. Pilihan menunya pun sedikit dan jarang banget ganti, jadi bosen. Tapi dari segi rasa dan porsi menurut saya lumayan. Worth it banget lah dengan harganya yang super miring.

Setelah lihat iklan Kulina.id waktu perjalanan pulang kantor, di dalam KRL, saya jadi tergoda untuk mencoba catering harian ini untuk makan siang di kantor. Lumayan pas lagi ada promo potongan harga Rp 50ribu dengan kode promo KA50. Mekanisme pemesannya adalah sebagai berikut:

  • Kita daftar dulu untuk mulai berlangganan dengan isi data diri, terutama lokasi pengantaran. Karena ternyata setiap area sudah dibagi dapur mitra yang akan menyediakan pesanan kita. Jadi menunya akan berbeda-beda di masing-masing area. Dan berbeda-beda juga setiap harinya.
  • Berlangganan Kulina ini nggak bisa cuma sekali coba, tapi minimal 5 hari. Dalam 5 hari tersebut, sudah ditentukan apa saja menu makanannya. Tapi kalau ada yang nggak kita suka, kita bisa pilih option “lewati” paling lambat jam 15:00 untuk skip menu hari berikutnya.
  • Harga menu yang ditawarkan mulai dari Rp 20ribu. Kemarin saya coba pesan untuk 5 orang. Tapi pas saya coba pesan untuk satu orang dengan menu yang sama, harganya jadi Rp 30ribu. Jadi mungkin untuk pemesanan cuma satu orang per pengantaran, harga akan jadi lebih mahal.
  • Pembayaran ditagihkan tiap minggu (bayar di depan). Harga yang kita bayar sudah termasuk ongkos kirim. Jadi sebenernya masih affordable.
  • User interface website Kulina.id udah oke, sistem pembayarannya juga gampang dan ada beberapa pilihan, plus ada fitur live chat yang cukup responsif.

Lalu pengalaman makan siang saya dengan Kulina gimana? Hmm, sayangnya bisa dibilang nggak terlalu sukses. Foto-foto di website-nya yang keliatan tempting banget bikin ekspektasi saya ketinggian. Padahal sebenernya ya wajar aja, namanya juga Rp 20ribu udah termasuk ongkos kirim dan packaging-nya cakep pula.

Menu yang paling zonk buat saya adalah sapi lada hitam dan salad ini. Foto porsi lauknya nggak sesuai kenyatan shaay… Lauknya dikit banget walaupun dari segi rasa lumayan enak. Hiks… Udah gitu salad-nya ini berasa cuma sayuran yang direbus terus kering tanpa rasa. Saya tipe orang yang berhenti makan nasi ketika lauk habis. Jadinya menu makan siang ini bersisa. Saya mending lauknya orek tempe aja gapapa deh yang penting porsinya wajar (banyak) kalau emang budget-nya minim. Daripada dipaksain daging tapi secuil.

review catering kulinaTapi ada juga hari di mana saya puas dan bahagia dengan pesanan makan siang saya dari Kulina, yaitu menu udang cabai garam dan buncis wortel garlic. Sebagai orang Indonesia tulen yang suka makanan asin pedas, saya suka menu kali ini. Dari segi rasa, menurut saya lumayan enak. Porsi lauknya pun kali ini wajar. Pas lah buat saya… Jadi nasi, lauk, sama sayurnya kali ini habis, bersih. Yummy!

review catering kulinaItulah cerita saya seminggu bersama Kulina. Not too bad tapi juga not too satisfied. Saya memutuskan untuk tidak memperpanjang berlangganan dulu karena temen kantor ngerasa kurang cocok. Kalau kalian ada rekomendasi catering harian untuk makan siang di kantor yang enak dan nggak terlalu mahal? Share di sini yaa kalau punya infonya 😉

Terima kasih udah mampir ke blog saya. 🙂

signature-01

 

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

14 thoughts on “REVIEW: Catering Harian Kulina”

  1. Thanks for sharing, Silva! Aku masih belum sreg dengan Kulina karena ngga bisa pilih-pilih menu seperti Berrykitchen. Aku orangnya picky dan banyak ngga sukanya. Lebih nyaman dengan konsep Berrybenka.

    Like

  2. Iya mba Silva coba Berrykitchen, deh. Dulu jaman cuti hamil aku juga coba yang Ready to Eat, jadi pesen diantar sore, untuk aku makan malam. Lumayan enak. Paling suka bumbunya itu berasa banget. Memang ga semurah Kulina, sih. Tapi worth to try 🙂

    Like

  3. makasih sudah membuatkan reviewnya mbak silva, Jadi bermanfaat banget ini untuk orang2 yg mau pada katering di kulina. Tapi biar bagaimanapun…teteeeep foto makananmu bikin ngeces mbaaak…

    Like

  4. Mbaa saya baru langganan 4 hari ini. Dari hr pertama menunya ya ampun ga enak bgt. Saya udh komplain sih ke kulina. Sayur asem ga kaya sayur asem. Lebih kaya sayur asin parah bgt deh. Ayam asem manisnya pun rasanya ayam asem asin. Trs besoknya ada sayur ga tau sayur apa krn baru coba kuahnya astgaa asiin ke pahit bangettt kaya minum obat. Cukup deh sekian. Masih enakkan makanan warteg. Oiaa kemarin capcay tapi rasanya kaya wortel dioseng. Ini bukan kita yang pemilih sih mba tapi memang rasanya ga enak sumpah.

    Like

    1. Hai Mba Michika… Iya kalau langganan Kulina ini emang tergantung banget sama dapur mitra yang masakin. Jadi pengalaman beda-beda, ada temenku yang ngerasa puas, ada yang so so, ada juga yang zonk kayak Mba. Complain aja ke tim Kulinia, biar difollow up ke dapur mitra terkait 😉

      Like

  5. iseng2 pengen nyobain kulina…trs makin penasaran pengen tau reaksi yg pesen gimana…nemu blognya mba Silva,,,agak drop juga ya kalo misalnya pesen yang mure tapi dikasinya daging sapi seiprit hahahaha…..terimakasih atas blognya mba SIlva 😀

    Like

    1. Terima kasih kembali…
      Kulina ini modelnya kan pakai dapur mitra per area gitu, jadi memang “untung2an” si.. Kalau pas kebagian dapur mitra yang masaknya enak ya enak, kalau nggak ya nggak. Semoga aja dapetnya pas yang enak yaaa…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s