#WHENMOMMIESTALK : Memilih Mainan Anak

memilih-mainan-anak

Di segmen #WHENMOMMIESTALK kali ini, saya sama Ayu mau ngomongin soal mainan anak. Siapa sih orang tua yang nggak suka beliin mainan buat anaknya? At least, pasti pernah lah yaa beliin anak mainan. Buat saya, mainan anak itu penting banget. Karena anak-anak usia dini belajar dengan cara bermain. Tapi apa berarti kita harus memberikan mainan yang banyak supaya anak bisa eksplorasi dan belajar lebih banyak? Belum tentu.

Saya bilang ke Ayu, kalau saya sih sebenernya tipe ibu yang akan ngebeliin mainan apa aja sepanjang menarik dan edukatif. Tapi saya sadar sih, kalau kita nggak boleh jor-joran asal ngebeliin macem-macem mainan tapi kita nggak ngerti tujuan beliin mainan itu buat apa, apakah menarik juga buat si anak apa nggak, apalagi ternyata kita nggak punya banyak waktu buat mainin bareng anak. Ujung-ujungnya cuma menumpuk nggak kepake. Jadi buat alat kontrol sekaligus mengarahkan saya mesti beli mainan yang kayak apa, saya pelajari dulu referensi tentang milestone tumbuh kembang anak (baik motorik kasar, motorik halus, kognitif, bahasa, maupun sosial emosi) dan bagaimana cara menstimulusnya.

Dari mana saya dapet referensi soal informasi tumbuh kembang anak? Banyak sih… Kalau browsing juga kita bisa dapet banyak informasi. Selain browsing di internet, sejauh ini buku referensi yang saya pakai adalah:

  1. Panduan Tumbuh Kembang dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun
  2. Keajaiban 7 Indra
  3. Rumah Main Anak
  4. Montessori di Rumah

Saya suka banget sama buku “Panduan Tumbuh Kembang dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun” dari Rumah Dandelion. Pertama, bukunya praktis, simple, dan nggak tebel. *haha…ketauan nggak suka baca buku tebel-tebel* Dari buku itu saya bisa tau gambaran singkat tentang milestone tumbuh kembang anak. Saya pakai daftar milestone itu sebagai milestone checklist buat Aqila, selain saya juga pakai aplikasi mobile “Kinedu” buat assessment sejauh mana milestone yang udah dicapai Aqila dan apa yang belum tercapai, lalu bagaimana stimulus bagian yang belum tercapai itu. Nah, buat ide stimulus bisa didapetin dari keempat buku yang saya sebut tadi, aplikasi Kinedu, maupun kita improvisasi sendiri.

Terdengar terlalu serius dan ambisius nggak pertimbangan saya memilih mainan buat Aqila? Haha… Pada prakteknya nggak terasa ribet kok, karena banyak alat bantu dan informasi yang bisa kita dapet dari sana sini. Walaupun saya concern dengan milestone tumbuh kembang anak, bukan berarti saya ambisius untuk memaksakan anak harus mencapai milestone tertentu. Setiap anak itu unik. Beda anak beda pintarnya. Tumbuh kembang anak juga beda-beda. Tapi setidaknya saya punya wawasan, nggak sekedar terlena dengan kalimat pembenaran “perkembangan tumbuh kembang anak kan beda-beda”. Jadi saya tetep berikan stimulus yang diperlukan. Selebihnya saya percayakan sama Aqila untuk bertumbuh dan berkembang seperti apa.

Apakah mainan-mainan yang saya beli selalu sukses dimainkan Aqila? Nggak juga… Justru kadang Aqila lebih tertarik mainin barang milik saya dibanding mainannya. Salah satu barang paling dia suka adalah make up pouch. Saya yakin anak-anak lain suka suka sih eksplorasi make up pouch. Pasti penasaran kan kalau sering liat mamanya ngubek-ngubek make up. Yaaa udah resiko. Saya sih ikhlasin aja lipsctick dikorek-korek, dipatahin, eye shadow palette pecah dilempar, dll asal jangan dimakan. Anggep aja lagi ngelatih motorik halus dengan buka tutup alat make up sekaligus ngelatih aspek kognitif juga tentang gimana cara aplikasi make up berdasarkan pantuan mata dan ingatannya selama ngeliat mamanya dandan. Setidaknya ada alasan buat beli baru daripada peralatan lenong setaun nggak abis-abis. Haha *evil smirk*

mainan-anak-1

Benda favorit saya lainnya yang bikin Aqila penasaran dan pengen mainin juga adalah kamera. Waduh, kalau yang satu ini saya belum ikhlas nyerahin sepenuhnya buat dimainin Aqila. Kecuali nanti kalau udah agak gedean dan emang udah ngerti make kamera yang bener. Tapi untungnya saya inget kalau saya punya kamera pocket yang udah lama nggak dipake tapi masih berfungsi normal. Berhubung kamera pocket itu waterproof dan shockproof, saya relakan untuk jadi mainan Aqila. Yeay, aman. Jadi sama-sama punya kamera, nggak boleh saling ganggu :p

mainan-anak-2

So, memilih mainan untuk anak itu emang hal yang serius. Penting. Anak itu butuh main, belum butuh hal-hal material lain. Jadi, beliin mainan buat anak sah-sah aja, asal disesuaikan juga dengan umurnya. Kalaupun nggak beli mainan, bisa juga manfaatin barang-barang yang ada di rumah buat dijadiin mainan. Anak-anak juga nggak ngerti mana mainan yang mahal mana mainan yang murah. Dan yang paling penting adalah interaksi orang tua dan anak ketika bermain bersama. Secapek, sengantuk, dan sesibuk apapun saya, akan saya sempatkan mood yang asik buat main sama Aqila.

Baca juga cerita Ayu di sini.

Terima kasih udah mampir ke blog saya. 🙂

signature-01

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

5 thoughts on “#WHENMOMMIESTALK : Memilih Mainan Anak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s