#WHENMOMMIESTALK : Berteman dengan Mantan Pasca Menikah?

img_2481

Awalnya pas denger ide topik #WHENMOMMIESTALK “Berteman dengan Mantan Pasca Menikah” dari Ayu, saya sempet hening. Antara yakin atau nggak mau nulis berbau mantan di blog sekarang. Cara saya menyikapi soal mantan antara dulu sebelum menikah sama sekarang setelah menikah udah beda. Buat saya, sejak menikah, otomatis pintu yang lain tertutup. Cerita soal mantan udah jadi sejarah yang cukup dikenang aja dan nggak valid buat diungkit atau dibicarakan lagi. Tapi bukan berarti membenci atau harus memutus silaturahmi juga. Jadi, berteman dengan mantan pasca menikah, yay or nay?

Saya dan suami berasal dari lingkungan pergaulan yang beda. Jadi saya ataupun suami bisa dibilang belum kenal temen-temen apalagi mantan masing-masing sebelumnya. Suami saya juga bukan tipe yang suka nanya-nanyain cerita sama mantan dulu. Kayaknya dia cuek aja. Antara nggak mau tau atau nggak penting buat dia. Haha… Baguslah… Sebaliknya, saya juga nggak kenal dan nggak ngerti banyak cerita soal suami dan mantannya. Cuma selewatan aja, sebatas yang dia pernah ceritain sekali.

Yang udah lalu, yaudah lah ya… Pastinya sekarang udah punya hidup masing-masing yang lebih real buat dijalani. Saya sendiri udah ngerasa nggak punya masalah atau dendam atau sakit hati ke mantan. Tapi juga bukan berarti masih berkomunikasi sampai sekarang. Musuhan? Nggak juga… Cuma menjaga jarak aja. Soalnya soal hubungan dan mantan ini kan sensitif ya, jadi daripada sengaja atau tidak bersinggungan, lebih baik dikasih batas aja. Ada yang masih masuk list pertemanan social media saya walaupun nggak berinteraksi intens, tapi ada juga ada yang nggak sama sekali.

Lalu sebatas apa sih berteman atau bersilaturahmi dengan mantan pasca menikah yang bisa dikatakan wajar menurut saya?

  • Kalau berada dalam satu lingkaran pertemanan dekat yang sama dengan mantan, tetap menjaga hubungan baik dengan semua anggota pertemanan menurut saya nggak apa-apa. Kalaupun ada interaksi juga sifatnya terbuka di group yang semua orang bisa liat kalau itu memang wajar aja. Misal, sama dengan temen yang lain ikutan ngucapin selamat ulang taun, dsb. Ucapannya juga wajar layaknya temen aja, nggak usah terlalu personal.
  • Kalau udah masuk ke area japri (jalur pribadi) dengan private message langsung ke yang bersangkutan, ini yang perlu hati-hati. Obrolan basa-basi sekedar menanyakan kabar dan sejenisnya menurut saya udah nggak wajar. Udah nggak valid lagi lah kabar-kabaran dan update kondisi kehidupan ke mantan. Silahkan jalani hidup masing-masing aja. Japri yang masih wajar itu misalnya mengucapkan belasungkawa atau ucapan selamat. Itupun kalau masih ada jalur yang terbuka misal di group chat, mending di group chat aja deh biar nggak bikin salah paham.
  • Nah, kalau kita udah nggak satu area pertemanan sama mantan gimana? Ya itu lebih baik lagi sih… Jadi nggak perlu kuatir bersinggungan sama urusan mantan. Soalnya kadang serba salah juga. Kitanya nganggep biasa aja dan nggak ada maksud apa-apa, tapi belum tentu lawan bicara atau orang lain nangkepnya sama. Lagi-lagi ini isu sensitif.
  • Gimana kalau temen, keluarga, atau saudaranya mantan yang hubungin duluan? Ya berhubung nggak baik mutus silaturahmi, tetep direspon aja. Tapi mesti pinter menempatkan diri. Sewajarnya aja.
  • Ketika ketemu baik itu sengaja atau nggak, gimana? Ya biasa aja kayak ketemu temen lama. Kalau harus negur atau ngobrol, ya seperlunya aja. Perlakukan seperti temen lama, temen biasa. Dan harus inget, jangan sampe ngebahas cerita jadul waktu pacaran. Itu BIG NO banget. Nanti kebablasan malah jadi baper.
  • Terakhir, apapun itu terkait mantan, harus dikomunikasikan ke suami. Jangan sampai suami jadi salah paham karena tau belakangan. Justru minta pendapat suami duluan baiknya menurut dia gimana. Apapun yang disembunyiin dari suami, pasti ada apa-apanya sih kalau menurut saya.

Well, kalau ditanya takut nggak ketemu mantan? Ngapain takut. Kan udah nggak ada urusan. Jadi yaaa biasa ajaaa… Tapi bukan berarti secara pribadi ngajak ketemuan. Itu sih nggak wajar juga.

Baca juga cerita Ayu di sini.

Terima kasih sudah mampir ke blog saya.

signature-01

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

16 thoughts on “#WHENMOMMIESTALK : Berteman dengan Mantan Pasca Menikah?”

  1. Yay or nay? tergantung orangnya mbak..sama mantan mantan pacar, saya sangat hati hati..karena semua udah pada menikah, saya beri jarak dan tidak berkomunikasi dengan mereka bila tidak perlu. Karena mereka juga ada istri dan keluarga. Jangan ada salah paham nantinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s