#WHENMOMMIESTALK : Aqila 20 tahun lagi?

judul-aqila-20-tahun-lagiSaat Aqila udah tertidur pulas, saya dan suami suka memandangi Aqila terus ngobrolin soal mau jadi apa Aqila nanti dan diskusi mengenai pengasuhan serta tumbuh kembang Aqila (kalau soal pengasuhan dan tumbuh kembang, lebih banyak saya yang share ke suami sih biar dia aware juga :p). Apakah terlalu dini mikirin soal itu? Nggak juga. Nyatanya memang banyak orang tua yang sejak anaknya baru lahir sudah mulai mempersiapkan bagaimana akan membesarkan anak, pendidikannya, mendukung cita-citanya nanti…

Soal Aqila mau jadi apa nanti, kalau suami saya masih punya ambisi supaya anaknya nanti bisa mengikuti jejak papanya.

“Nak, nanti kuliah di Teknik Perminyakan terus jadi reservoir engineer ya….”, begitu katanya.

Selalu saya timpali dan ingatkan lagi, “Mengarahkan boleh, tapi pilihan tetap di Aqila ya…”.

Saya memang nggak ambil pusing soal Aqila mau jadi apa nanti. Bukan, bukan karena nggak peduli. Justru saya sangat peduli dan sayang sama Aqila. Saya percaya Aqila bisa memilih jalan hidupnya sendiri dengan baik. Tugas saya hanya mendukung, memberi stimulus yang baik, dan mengarahkan. In the end, pilihan akan sepenuhnya hak Aqila. Yang penting jadilah orang baik, bahagia, dan berguna buat sesama.

Well, 20 tahun dari sekarang berarti Aqila umur 21 tahun. Kalau saya, di umur 21 tahun sudah sarjana. Kalau nanti Aqila ambil kuliah S1, di umur segitu mungkin udah lulus juga atau mungkin juga masih kuliah semester akhir. Lalu kuliahnya jurusan apa? Geologi? Kedokteran? atau Ilmu Komunikasi seperti mamanya? Hehe… Terserah Aqila aja. Bahkan walaupun Aqila memilih jurusan seni musik, seni tari, atau memasak pun saya tetap akan support. Syaratnya, apapun yang dipilih, harus total. Nggak boleh setengah-setengah. If you do what you like the most, you will put the best effort on it. In the end, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.

20 tahun lagi, tentu bukan cuma soal Aqila mau belajar atau berprofesi apa. Tapi juga seberapa tough dan bijak Aqila menjalani kehidupan di usianya. Inilah PR yang lebih sulit buat saya dan suami. Sampai sekarang kami masih terus belajar bagaimana membesarkan anak dengan baik. Baiknya seperti apa? Ah terlalu banyak parameter dan pandangan orang juga macem-macem. Jadi baik di sini versi feeling saya aja deh…

Kalau Arsyad 2o tahun lagi bagaimana? Simak cerita Mba Ayu di sini.

Semoga 20 tahun lagi saya dan suami masih diberi waktu sama Yang Maha Kuasa untuk menyaksikan Aqila di umur 21 tahun. Aamiin.

Terima kasih sudah membaca cerita saya. πŸ™‚

signature-01

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

7 thoughts on “#WHENMOMMIESTALK : Aqila 20 tahun lagi?”

  1. aku jg g bakal memaksakan kehendak ama anak mbak… krn aku tau efeknya ga bakal bgs.. aku ngerasain sendiri pas jd anak dan dipaksa papa utk masuk jurusan IPA, lalu kuliah di Ekonomi.. pdhl yg aku pengenin IPS dan jurusan perhotelan… ga akan maksimal hasilnya nanti.. makanya utk anakku, aku lbh milih dia bagus di 1 bidang tertentu walopun yg lainnya hanya so-so ato jelek.. :). at least dia bisa bikin prestasi dr 1 bidang yg dikuasai

    Like

  2. Nama & GFC : Intan Novriza Kamala Sari
    Nama & GFC : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter & instagram : @inokari_

    Halo Mba Silva salam kenal. Ikutan giveawaynya ya. πŸ˜€

    Dari semua seri #WhenMommiesTalk di blog Mba Silva, aku paling suka sama seri β€˜Aqila 20 Tahun Lagi’. Suka deh bacanya, aku ngebayangin kalo sejak awal aku dapet pengertian yang begini juga dari orangtua, pasti indah banget. Aku gak perlu menjalani 4 tahun yang menyiksa di bangku kuliah karena jurusannya nggak aku banget.

    Padahal selama usia sekolah, orangtuaku juga bisa melihat kalo aku seringnya jadi utusan sekolah buat ikut lomba debat, pidato, ngeMC, story telling, dan sejenisnya. Harusnya udah bisa ditebak lah ya potensinya di mana. Tapi yang kemudian terjadi saat aku tamat SMA, aku disuruh (dipaksa tepatnya) masuk jurusan Pendidikan Fisika dong. Alasannya gak lain gak bukan karena Fisika ini peminatnya dikit, jadi kelak pas tes PNS, peluang lolos lebih gede. Haha.

    Yang ada kemudian aku stress sendiri, lalu sering bolos kuliah karena beneran ga paham lah itu sama yang dijelasin dosen. Untungnya aku mengalihkan rasa penat sama pelajaran ke hal-hal yang berguna juga, ikutan lomba debat kritis mahasiswa, ikutan banyak kegiatan mahasiswa, sampe akhirnya belajar siaran. Which is karena passion dan skill di bidang siaran ini, aku akhirnya ditawari sama radio milik pemerintah buat kerja dan berlanjut sampe sekarang. Sedangkan kuliahku? Tamat sih, dengan IPK 3 koma sediikiiiit. Hehe. Aku ga menyesali apa yang udah terjadi, tapi alangkah efisiennya kalo kemarin itu aku disupport buat kuliah di jurusan Komunikasi misalnya. Lebih sinkron sama kerjaan aku sekarang.

    Someday, kalo aku menikah dan punya anak, aku gak akan memaksa anakku buat jadi apa yang aku mau. Dia bebas mengeksplorasi minat dan bakatnya sendiri. Aku hanya akan mengenalkan, menganjurkan lalu membebaskan. Seperti yang Mba bilang, kalo udah memilih jangan setengah-setengah, harus maksimal, biar hasilnya juga maksimal. Hidup bersama passion yang kita miliki, adalah jenis kehidupan yang membawa kebahagiaan.

    Like

    1. Makasih Intan…
      Tapi hebat lho, walaupun nggak sesuai minat, bisa lulus dengan hasil baik. Apalagi kalau sesuai passion yaa? Gapapa, nggak ada kata terlambat buat mengejar cita-cita. Semangaaatttt πŸ™‚

      Like

    2. Makasih Intan…
      Tapi hebat lho, nggak sesuai passion aja bisa lulus dengan hasil baik. Apalagi kalau sesuai passion yaa? Gapapa, nggak ada istilah terlambat buat ngejar cita-cita. Semangaaatttt πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s