#WHENMOMMIESTALK : Handle Anak Tantrum

anak-tantrum

“Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan, dan dalam beberapa kasus, kekerasan.” (Sumber: Wikipedia)

Pernah nggak menghadapi situasi anak yang sedang tantrum? Kesabaran seorang ibu diuji banget di situasi ini. Kita dituntut untuk bisa tetap berpikir tenang, jernih, agar respon kita tidak memperburuk keadaan dan berdampak buruk pada perkembangan emosional anak di kemudian hari. Di segmen #WHENMOMMIESTALK bareng Ayu kali ini, kami membahas soal “Handle Anak Tantrum”. Saya sendiri, jujur, masih cetek ilmu soal mengadapi anak tantrum. Kebetulan saya jarang sekali dihadapkan dengan situasi seperti ini. Di sisi lain, saya bersyukur juga sih Aqila jarang banget tantrum.

Apa yang menyebabkan anak tantrum?

Kalau menurut saya, anak (terutama bayi atau anak di bawah 2 tahun) tantrum bisa jadi karena frustasi dalam menyampaikan keinginannya karena mereka belum bisa mengungkapkan dengan jelas baik itu dalam bentuk verbal (kata-kata) maupun bahasa tubuh. Tapi tantrum ini juga bisa merupakan sebuah upaya manipulasi anak untuk meluluhkan hati orang dewasa sehingga mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau.

Lalu apa yang harus dilakukan jika anak tantrum?

Jika anak tantrum karena frustasi dalam menyampaikan keinginannya, kita bisa menenangkan mereka sambil coba bantu mengekspresikan apa yang anak inginkan. Misal, Aqila merengek sambil menjerit dan menghentak-hentakkan kaki waktu sedang bermain. Kalau kondisi Aqila menangis apalagi sampai menjerit, biasanya saya peluk dulu Aqila untuk menenangkan dia dan menurunkan volume suara saya supaya Aqila terpancing untuk fokus atau setidaknya memperhatikan apa yang saya ucapkan. Somehow kalau saya peluk sambil berbisik justru Aqila bisa lebih tenang dan mencoba mendengarkan dibanding kalau saya ikutan heboh dan meninggikan volume suara saya. Sambil menenangkan dia, saya sambil coba menebak “Aqila mau apa? Mau diambilkan ini (sambil mengambil salah satu mainan)? Atau ini?” sampai kira-kira terjawab apa maunya. Setelah tenang, saya juga coba bilang dan arahkan “kalau mau sesuatu, kasih tau mama yang lebih jelas ya…” atau “kalau kesulitan, Qila minta tolong aja…”.

Kalau ternyata Aqila tantrum karena usaha manipulasi dia untuk mendapatkan sesuatu yang dia mau dan itu masuk area yang saya larang, ya tetep aja nggak saya kasih. Upaya menenangkannya sama dengan yang tadi saya lakukan, tapi nggak berarti saya turutin maunya dia. Biasanya saya alihkan ke hal lain tanpa berusaha membohongi Aqila. Misal, Aqila merengek minta mainan botol kaca padahal sebelumnya saya udah pernah bilang kalau nggak boleh mainan botol kaca. Mainan di sini maksudnya pukul-pukul dan lempar, itulah kenapa saya larang. Karena khawatir pecah dan kacanya melukai Aqila. Jadi saya alihkan dengan “Qila mau mainan botol? Oke, yuk mama ambilkan botol yang lain ya… (sambil ambilin botol plastiknya) ini botolnya Aqila… Kalau mau mainan pakai yang ini aja ya… Yang ini lebih enak buat mainan, nggak gampang pecah jadi nggak bahaya.” Kenapa tantrum jenis ini nggak saya turutin? Karena saya nggak mau manipulasi tantrum ini jadi senjata buat Aqila buat minta “dispensasi” ke saya.

Tapiii lagi-lagi, ibu juga manusia. Ada kalanya situasi nggak seideal itu. That’s why ibu harus punya stok sabar yang banyak dan sumber kebahagiaan yang cukup supaya tetep happy dan bisa berpikir jernih saat menghadapi anak tantrum. Buat para ibu, semangat terus yaaa! Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita saya. 🙂

Baca juga cerita Ayu di sini.

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s