#WHENMOMMIESTALK : ME TIME

blog-me-time

Pernah denger atau mengalami hal semacam ini nggak?

  • Suami nyari kacamata yang disimpannya sendiri nggak ketemu, lalu nanya istri dan kemudian justru istri lah yang nemuin kacamata itu.
  • Anak demam dan suami lagi nggak di rumah? Ibu harus langsung sigap mencoba jurus A, B, C, buat nurunin demam.
  • Asisten Rumah Tangga belum juga kembali dari kampung halaman dan ibu harus “membelah diri”.
  • Ibu harus ijin datang telat ke kantor karena tiba-tiba anak nggak mau ditinggal.
  • Dan banyak lagi cerita serupa…

Sebagai istri sekaligus ibu, seorang wanita dituntut untuk bisa multitasting. Mengurus suami, anak, urusan rumah, ditambah lagi kerjaan di kantor bagi yang bekerja. Fiiuuhh…. Ibu juga manusia, ada kalanya energi, mood, dan emosi ups and downs. Salah satu cara untuk recharge itu semua adalah dengan “Me Time”. Di segmen #WHENMOMMIESTALK minggu ini, saya dan Ayu bercerita mengenai me time versi kami masing-masing.

Me Time itu waktu kita sendiri, melakukan hal yang menyenangkan buat kita. Ngomong-ngomong soal hal yang menyenangkan, apa sih hal menyenangkan buat kalian? Buat saya dan mungkin banyak orang lainnya, jalan-jalan, makan enak, bertemu dengan teman-teman, dan melakukan hobi, udah pasti menyenangkan. Itulah me time saya. Namun agak beda ya skalanya dibanding waktu masih single dulu. Sejak berstatus ibu, saya jadi lebih menghargai hal-hal kecil yang saya temui sehari-hari. Nggak usah jalan-jalan ke kepulauan, sekedar bisa jalan santai untuk ngemil manis-manis atau cari buku aja saya udah hepi. Bisa makan dengan tenang tanpa ditongkrongin anak yang sibuk ngrebut makanan dan minta nenen aja udah nikmat. Apalagi bisa ketemuan sama teman lama ngobrol ini itu sambil makan cantik. Loh, kok seputar makanan semua? Hahahaha…

Tau nggak sih, saya bisa melakukan hal-hal menyenangkan tadi justru ketika saya kerja. Iya, ngantor. Weekdays. Saat di kantor bisa chit chat sambil ngemil, jam istirahat bisa nyempetin melipir ke mall, cuci mata (baca: liat cemilan dan pakaian), dan makan dengan leluasa. Termasuk ngeblog ini juga sempetnya kalau lagi di kantor. Jadi kerjaan saya di kantor selow dong? Eitss, nggak jugaaa… Itu sih pinter-pinternya ngatur waktu dan nyelesein kerjaan aja. :p #pembelaan Tapi beneran lhoo… Saya tetap produktif. Coba kalau pas lagi di rumah? Baru buang air aja udah digedor-gedor anak manis manggil-manggil mamanya. Baru makan 3 suap udah ditagih Aqila nenen padahal abis makan dan minum juga. Ke mana-mana ada kaki kecil yang lari-lari nggelendotin. Apakah berarti saya nggak senang? NO, bukan itu… Saya sangat menikmati momen-momen itu. Karena saya yakin, suatu saat itulah yang bakal saya kangenin. Oh, baby…don’t grow up too fast!

So, buat yang ngira kok hidup susah banget, udah jadi istri yang jauhan sama suami, masih harus kerja pula tiap hari… Itu salah. Nggak gampang memang, tapi justru kerja itu sarana recharge buat saya. Di sela-sela waktu bekerja, saya bisa banyaaakk punya me time. That’s pretty much enough to keep me happy. Then, happy mama, happy kid. Mungkin itu juga yang buat saya punya stok sabar yang banyak dalam menghadapi anak di rumah. Saya tidak pernah marah, kesal, membentak, apalagi melakukan kekerasan fisik ke anak saya. Di hampir setiap parenting case yang saya hadapi, saya masih bisa tenang serta inget-inget apa yang saya baca dan sharing dengan ibu-ibu lainnya.

Sharing saya ini bukan untuk mengesampingkan ibu-ibu yang tidak bekerja atau full time mom ya… Tentunya setiap peran itu mulia dan baik. Setiap orang juga mempunyai kesenangan yang berbeda-beda. Bisa jadi yang buat saya menarik, buat yang lain tidak, atau sebaliknya. Pokoknya semua ibu itu hebat. Tugasnya juga dahsyat. Tapi jangan lupa kalau dirinya itu sama berharganya dengan apa yang mereka jaga. Okay? πŸ™‚

Nih, saya kasih bonus foto saya di meja kerja saya. Boleh yaaaa sesekali narsis. *padahal mah udah sering*

blog-sayaTerima kasih sudah membaca cerita saya. Semoga kita selalu jadi orang yang lebih baik setiap harinya. Buat Ayu yang abis mengalami hari-hari berat dalam menjalani peran sebagai ibu, keep strong yaaa… Sehat dan bahagia selalu Arsyad dan bundanya…. *send dozens of love for you both*

Baca juga cerita Ayu di sini.

 

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

2 thoughts on “#WHENMOMMIESTALK : ME TIME”

  1. Aku setuju bagian “punya stok sabar yang banyak” dan “tidak pernah marah, kesal, membentak dst” soalnya kemarin baru liat sendiri gimana cipa ngadepin aqila yg lagi pengen mainan botol minum kaca. Aku amazed asli sama cara ngadepinnya. Good work, mom.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s