#WHENMOMMIESTALK : LONG DISTANCE MARRIAGE? BRING IT ON!

blog LDM Hello, ada yang berbeda dari postingan saya kali ini. Yak, saya dan Ayu berkolaborasi untuk menulis segmen #WHENMOMMIESTALK setiap hari Kamis. Topik yang kita tulis minggu ini adalah Long Distance Marriage (LDM). Kalau kalian sudah ngerasa fasih dan anti galau pacaran Long Distance Relationship (LDR), saya tantang kalian untuk naik level ke LDM! Hehehehe….

Sejak tergabung dalam satu grup ibu-ibu hebat yang bermula dari prenatal yoga (sudah pernah saya bahas sebelumnya), saya dan Ayu intens banget berkomunikasi walaupun nggak sering ketemu karena kesibukan masing-masing. Kalau Ayu bilang nggak sanggup menjalani LDM, saya sih suka nggak suka harus sanggup. Kebetulan memang rejekinya dari pacaran, menikah, hamil, sampai punya anak selalu jauhan. Tapi tetap bersyukur masih bisa ketemu suami at least sebulan sekali kecuali kalau suami lagi tugas overseas.

Susah nggak sih menjalani LDM? Sebenernya nggak jauh beda sama LDR waktu pacaran sih… Tapi bedanya kalau setelah menikah kan tugas dan tanggung jawab udah beda. Apalagi setelah punya anak, makin challenging lagi. Iya saya pakai istilah challenging di sini karena kalau dibilang susah, toh saya masih sanggup menjalaninya dan tetap bahagia selama hampir 2 tahun terakhir usia pernikahan kami. Syarat utamanya adalah komunikasi yang baik antar kedua belah pihak. Tentunya saling percaya dan menjaga komitmen serta tugas dan tanggung jawab masing-masing juga penting.

Banyak yang suka bilang ke saya “Wah, hebat ya…” atau “Duh, sabar banget….” Hehehe… Jadi besar kepala deh… Tidak seindah dan semulus yang terlihat dari luar sebenernya. Saya juga manusia biasa yang kadang emosinya ups and downs. Dari sisi saya sebagai istri yang “ditinggal” suami untuk meng-handle sendiri seluruh urusan rumah sehari-hari dan anak dari bayi sampai bisa lari (walaupun ada asisten), tentu berat banget. Sueerrr deh… Apalagi saya juga bekerja di kota Jakarta yang kalian tau sendiri lah tantangan hidup dan bekerja di Jakarta ini bagaimana. Mesti extra energi. Tapi kalau kita jalanin dengan ikhlas dan penuh cinta, semua bisa kita lalui dengan baik. Terdengar klise memang, tapi itu memang benar adanya. Dan satu hal lagi yang jadi penguat saya belakangan ini, bahwa kebahagiaan saya bukan bergantung ke siapapun, tapi tugas saya sendiri untuk membuat saya bahagia. Jadi dalam menjalani semua aktivitas setiap harinya, saya selalu ingat apa yang membuat saya bahagia dan menyempatkan “me time” supaya tetap bahagia.

Apakah posisi suami saya yang “tinggal kerja aja” dan nggak dipusingkan dengan urusan domestik rumah itu lebih mudah dibanding saya? Nggak juga… Sama beratnya walaupun beda tantangannya. Jauh dari rumah dan keluarga emang enak? Nggak laaah… Saya yang cuma ninggalin Aqila 12 jam udah kangen berat. Apalagi suami saya yang butuh berminggu-minggu untuk bisa ketemu lagi sama Aqila. Malah pernah Aqila bahkan menangis nggak mau digendong papanya setelah ditinggal overseas lebih dari 2 bulan. Hati orang tua mana yang nggak hancur berkeping-keping? Saya yang ngeliat moment itu ikut sedih. Nggak kebayang kalau saya di posisi suami saya saat itu. Hidup di perantauan jauh dari rumah, berarti juga harus melakukan semuanya sendiri. Harapan berangkat ke kantor diantar senyum manis anak istri, dimasakin makanan enak, disiapin keperluan sehari-hari harus dikubur dulu untuk sementara ini.

So, menjalani LDM itu bukan mana yang lebih berat atau mana yang lebih hebat. Baik istri maupun suami menjalani peran masing-masing yang sama-sama challenging. LDM? Bring it on! Hehehehe… Kalau ditanya apakah saya nggak pengen tinggal serumah sama suami dan bisa tiap hari ketemu? Ya jelas pengen laaah bisa kayak Ayu, ketemu sama suami tiap hari… Tapi belum dikasih waktu sekarang. Mudah-mudahan someday (eh segera aja ding) kami dikasih kesempatan untuk tinggal bersama dan lulus dari LDM ini. Kalau kalian gimana? Ada nggak yang menjalani LDM juga dan punya cerita lain?

Baca juga cerita Ayu soal LDM di sini.

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

1 thought on “#WHENMOMMIESTALK : LONG DISTANCE MARRIAGE? BRING IT ON!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s