Berbagi Cerita Soal Kereta (KRL)

stasiun cakungDulu waktu belum hijrah ke Jakarta, melihat berita tentang kereta ekonomi di Jakarta yang penuh sesak bahkan sampai pada berjemur di atap kereta, miris. Nggak kebayang deh kalau sekarang jadi salah satu bagian dari cerita kereta Jabodetabek. Bedanya, sekarang fasilitasnya mungkin jauh lebih baik ya… Sudah nggak ada lagi kereta ekonomi penuh sesak. Sekarang semuanya Kereta Rel Listrik (KRL) yang ber-AC, pintu tertutup rapat, dan nggak ada penjual yang masuk kereta. Bahkan masuk ke peron pun nggak ada.

Kalian mungkin pernah lihat atau denger cerita kalau masuk KRL macam Barbie keluar KRL jadi Bibi? Atau soal keganasan gerbong wanita yang disebut sebagai arena “Hunger Games”? Iya, itu bukan mitos. Memang nyata terjadi, terutama saat jam sibuk. Yaa…walaupun bagi saya yang udah menjalani, nggak sedramatasi memme yang beredar juga sih… Hehe.. Seberat apapun yang saya hadapi selama naik KRL, masih lebih mending deh daripada kejebak macet berjam-jam di jalanan Jakarta saat pergi/pulang kantor. Untuk rute Cakung-Gondangdia, waktu tempuh yang diperlukan biasanya berkisar di 30-50 menit (kalau nggak ada gangguan). Mau tau kalau perbandingannya dengan naik motor atau mobil? Motor bisa sekitar 60-90 menit, mobil bisa sampe 2 jam! Malah pernah lebih… Desak-desakan, badan biru karena kegencet, kegerahan rebutan oksigen sama banyak orang, kebayar deh dengan cepat sampai rumah. Belakangan ini saya juga baru sadar, kenapa sih banyak (terutama ibu-ibu) yang ngotot banget mau masuk kereta walaupun udah penuh? Iya, karena beda 5 menit aja bisa menentukan menit-menit berikutnya dia sampai rumah dan menebus waktu berkumpul dengan keluarganya.

Well, cerita roker (rombongan kereta) memang banyak suka dukanya. Selain tantangan-tantangan tadi yang harus kita hadapi, cerita unik yang lain juga banyak. Saya suka merhatiin orang-orang di sekitar saya saat lagi nunggu kereta atau dalam kereta. Cara berpakaian, postur tubuh dan gesture-nya, menebak apa occupation atau pekerjaannya, interaksinya dengan orang lain… Terdengar terlalu judgemental? Ah nggak juga, itu hanya apa yang terbang-terbang di kepala saya yang nggak bisa hening. Kadang hati saya ikut tersenyum ketika melihat seorang suami dengan penuh kasih menggandeng istrinya yang sedang hamil. Kadang saya penasaran dengan obrolan pria dan wanita paruh baya yang nggak seperti suami-istri namun begitu dekat interaksinya atau sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara serasa kereta milik berdua. Hihihihi…

Dari pengalaman naik KRL, saya mau share nih tips bagi wanita bekerja yang akan naik KRL:

  1. Pelajari rute perjalanan dan jadwal kereta. Kalau perlu download aplikasi dari PT KAI untuk mengetahui jadwal dan posisi kereta dari smartphone kamu.
  2. Walaupun kabar yang beredar “gerbong wanita lebih gahar”, tetap pilih gerbong wanita terutama kalau kondisi semua gerbong memang penuh. Karena berdesak-desakan dengan penumpang pria itu nggak nyaman. Selain itu antisipasi kalau ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kalau gerbong campur tidak terlalu padat, boleh lah kita di gerbong campur.
  3. Ketika jam pulang kantor, usahakan pilih gerbong wanita atau setidaknya berdekatan dengan para wanita di gerbong campur. Kenapa? Karena bau keringat, baju, dll wanita di sore hari jam pulang kantor somehow lebih nyaman dibanding para pria. No offense ya… :p
  4. Berdiri pas di depan penumpang yang duduk ketika kereta penuh itu posisi terberat. Karena kamu pasti akan didorong dari belakang dan samping kanan-kiri, sedangkan di depan kamu udah mentok ada kursi dan kaki orang. Tulang kering bisa sakitnya minta ampun bok! Badan kita juga bisa ambruk ke penumpang yang duduk.
  5. Posisi berikutnya yang perlu dihindari adalah dekat pintu. Tiap ada yang masuk akan paling digencet, dan tiap ada yang turun bakal didorong ikut keluar. Kecuali kalau memang sudah mau sampai stasiun tujuan ya…. Kalau itu harus siaga banget dekat pintu biar bisa keluar.
  6. Saat posisi kita berdiri dan kereta penuh, pegangan atau pasang kuda-kuda yang kuat, tapi kalau kedorong arus manusia, jangan terlalu nahan. Ikutin arus aja. Kalau terlalu nahan sendiri, badan kita bisa remuk redam nahan beban ratusan kilo bobot orang yang ngedorong kita.
  7. Pakai tas yang kuat dan aman buat dibawa desak-desakan di kereta. Usahakan tas tertutup (ada ritsleting) biar nggak “dirogoh” tangan-tangan usil. Sepatu dan outfit lainnya juga yang nyaman dan siap tempur. Terakhir, pakai masker wajah supaya tidak tertular virus-virus orang lain yang sedang sakit. Maklum, kita rebutan oksigen sama ribuan orang yang kita nggak tau ada yang lagi sakit atau nggak, jadi nggak ada salahnya kita tamengi diri kita sendiri.

Gimana, seru kan naik KRL? Atau malah mau mundur teratur? Pilihan kembali lagi ke kalian sih… So far memang KRL ini amsih jadi moda transportasi umum paling cepat dan murah. Bayangin aja, dari Cakung ke Gondangdia cuma Rp 2 ribu saja! Mudah-mudahan ke depannya layanan semakin ditingkatkan dan kita para roker makin nyaman. 🙂

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

2 thoughts on “Berbagi Cerita Soal Kereta (KRL)”

  1. Istriku selarang lagi hamil, mau 4 bulan, paling malas kalau disuruh naik di gerbong khusus wanita. Alasannya, di sana lebih ganas persaingannya. Di gerbong campuran, doi pasti dapat korsi di bangku prioritas. Di gerbong perempuan? Mau udah hamil gede juga gak bakal gampang dikasih. Aku pernah iseng ngitung, perempuan hamil lebih suka masuk gerbong campuran karena persentase dapat kursinya lebih tinggi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s