Drama Seri Muka Berjerawat

JERAWAT! Salah satu hal yang pasti dibenci semua orang, apalagi kaum hawa. Selain rasanya bikin nggak nyaman, penampakannya pun tak sedap dipandang. Nah masalah tak berkesudahan inilah yang menimpa saya beberapa waktu belakangan. Ya waktu remaja jerawatan juga, tapi ngggak parah.
Kenapa saya bilang drama seri? Karena memang full of drama dan panjaaaang kisah perjalanannya.

Oke, dimulai dari tahun 2014. Setelah berhenti perawatan di sebuah klinik kecantikan di Jakarta (erha), saya iseng mencoba skincare ini itu. Alhasil malah muka jadi berantakan. Langsung panen jerawat kecil-kecil. Lama-lama besar merah dan banyak. Parah deh… Pernah juga mengalami perawatan di dokter kulit di rumah sakit. Datang 2 minggu sekali dan hampir setiap datang ada tindakan mikrodermabrasi. Kebayang kan sakit(dan mahal)-nya? Apalagi waktu itu sudah menjelang hari pernikahan. Tambah stress.

Klinik sudah, dokter rumah sakit sudah, terakhir saya coba metode akupuntur wajah. Nah yang terakhir ini agak mendingan. Perubahan terasa namun nggak ngejar juga dengan deadline waktu pernikahan. Akhirnya sudah lah saya menyerahkan sepenuhnya ke ibu perias pengantin saja. Untungnya berhasil.

Setelah menikah, langsung diberi rezeki anak cepet. Hamil lalu melahirkan. Sejak hamil itu saya sudah tidak melakukan treatment apapun ke muka saya selain facial biasa ke erha. Skincare hampir nggak pakai, soalnya kan harus cermat pilih skincare yang aman untuk ibu hamil. Hunting skincare non paraben dan formula yang mild untuk kulit sensitif, akhirnya ketemu Kiehl’s yang dipakai sampai sekarang. Alhamdulillah justru kondisi muka semakin membaik. Masih ada bekas jerawat namun sudah bukan jerawat aktif seperti dulu.

kondisi muka September 2014 dan Januari 2016

Selain facial DPCT di erha, ini skincare dari Kiehl’s yang saya pakai setiap harinya. Selebihnya tidak ada primer/foundation yang saya pakai kecuali bedak tabur.

khielsBegitulah drama seri muka berjerawat saya. Di saat saya bingung bagaimana mengatasi jerawat, masalah tak kunjung selesai. Di saat saya pasrah dan coba perawatan yang mild saja, justru membaik. Intinya disuruh nggak usah lebay :p

Ini bukan post berbayar atau provokatif ya… Share pengalaman pribadi aja. Dan INGAT, skincare dan treatment muka itu cocok-cocokan, setiap orang bisa beda-beda hasilnya.

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

1 thought on “Drama Seri Muka Berjerawat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s