Kenangan Serambi Mekkah

Tak terasa ya ini sudah hari ke-31 kegiatan #31HariMenulis. Pastinya akan merindukan masa-masa rush menjelang pukul 24:00 WIB dan kekecewaan melihat tab mention di twitter dari Bang Wiro @31HariMenulis kalau kita kena denda absen menulis. :))

Berakhirnya project yang sebulan ini menguras waktu dan energi saya lumayan meninggalkan kelegaan. Sejenak merilekskan badan dan tiba-tiba teringat kenangan di serambi Mekkah, Aceh. πŸ™‚

Tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi Aceh. Saya tidak tau bagaimana kondisi sebelum tsunami. Namun masih terasa sekali waktu itu sisa-sisa yang ditinggalkan tsunami. Pertama yang saya kunjungi adalah Masjid Raya Baiturrahman, di mana saya pernah ditegur oleh Polisi Syari’at. Kenapa? Padahal saya pakai baju sopan dan berjilbab lho… Nggak percaya? Nih buktinya…

dari kiri ke kanan : saya, Bu Dewi, Mba Ridha

Ternyata saya ditegur karena pakai skinny pant. Hehe… Berjilbab tapi kalau celanannya ketat juga nggak boleh di Masjid Raya Baiturrahman ini. Kalau siang sampai sore masjid ini ramai dikunjungi banyak orang. Di sekitaran masjid juga banyak yang berjualan makanan. Dan nggak jauh dari masjid juga ada pasar tradisional yang menjual berbagai perlengkapan baju muslim, kerudung dan sebagainya. Rata-rata penjual di pasar tradisional ini mengambil barang dari Jakarta. Jadi buat pengunjung yang dari Jakarta sih mending belanja di Pasar Tanah Abang ya… :p Beranjak malam pun masjid ini masih cukup ramai. Lampu-lampunya bagus di foto. Megah deh…

Bukan hanya Masjid Raya Baiturrahman, ada Masjid Baiturrohim yang juga istimewa. Masjid ini berada di dekat pantai Ulee Leuhe, dan menjadi satu-satunya bangunan yang masih utuh pasca tsunami. CMIIW. Sedangkan kawasan pemukiman di sekitar Ulee Leuhe runtuh semua, rata dengan tanah. 😦

Masjid Baiturrohim, Aceh
bekas pemukiman di pinggir pantai Ulee Leuhe yang luluh lantah karena tsunami

Kerusakan tidak hanya dialami daerah yang di dekat bibir pantai. Bahkan perahu-perahu pun kandas ke pemukiman penduduk yang jarangnya agak jauh dari pantai. Sedih sekali rasanya melihat apa yang ada di depan pandangan mata saya waktu itu. Tak terbayangkan bagaimana keadaannya pada saat tsunami terjadi.

 

Namun apakah di Aceh hanya dapat ditemukan peninggalan atau sisa tsunami yang menarik untuk dikunjungi? Tentu saja tidak. Kuliner di Aceh juga cukup lezat. Jika ke Aceh berkunjunglah ke Warung Nasi Hasan Lamnyong. Di sana kita bisa menemukan beragam makan khas Aceh seperti ayam tangkap yang khas dengan daun pandan dan tumuruy (konon daun tumuruy ini hanya bisa ditemukan di Aceh, menurut cerita guide saya, CMIIW) serta ikan kayu masak kemamah (ikan kayu adalah ikan tongkol yang telah difermentasi, jadi tahan untuk bertahun-tahun). Jangan berharap akan menemukan pramusaji wanita di sini. Semuanya pria. πŸ™‚

Last but not least, belum ke Aceh kalau belum mencicipi kopinya. Sebenarnya saya bukan penggemar kopi. Tapi selama di Aceh, dalam sehari saya bisa ngopi lebih dari sekali. Nikmat kopinya nggak bo’ong! Ya memang saya tidak memesan kopi hitam. Bagi yang tidak kuat minum kopi hitam ada dua pilihan kopi yang bisa dinikmati, yaitu kopi susu dan sangar. Sekilas tidak terlalu nampak berbeda, sama-sama kopi ditambah dengan susu. Tapi kandungan susu di kopi susu lebih banyak dibanding sangar. Saya paling suka sih sangar. πŸ˜€ Ditanam di bumi yang sama tapi rasa kopi bisa beda-beda ya… Beda di kaos ‘kaki ini’ mungkin ya…:p

abang kupi sedang beraksi dengan ‘kaos kaki’nya πŸ˜€

Di lain kesempatan saya akan kembali lagi dan meluncur ke Sabang, 0 (nol) kilometer Indonesia. πŸ™‚

 

Author: Silva

A long distance wife, working mom, and breastfeeding mother who's eager to learn more about raising a kid. Live today with passion and plan tomorrow with mission. Contact: silva.fauziah@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s